No image available for this title

Text

Metode Dakwah Pada Suku Anak Dalam (SAD) Jambi



ABSTRACT
The Indeginous tribe is a minority tribe in Jambi. They have animism and dynamism beliefs that are hereditary in herited. In its development the Indeginous tribe, they have left their and cestors? beliefs and preferred to embrace Islam. The process of trasfering faith is obtained at the instigation of the preacher.
The first question in this research is, how are the da?wah strategies by applying the principles of Islamic Communication, tablîgh, taghyîr, takwîn alummah/amar makruf nahi munkar, dan khairiyah al-ummah/akhlâq as an effort to spread the religion of Islam in the Indeginous tribe?. While the second question is, what are the obstacles of da?wah faced by preachers in spreding Islam in the Indeginous tribe?
The main theory used in this research is the theory of Islamic communication by Andi Faisal Bakti (2010) and Edi Amin (2017). The theory says that da?wah is done by four stages, namely tablîgh, taghyîr, takwîn alummah/amar makruf nahi munkar, dan khairiyah al-ummah/akhlâq. While the supporting theory used is attribution theory by Fretz Heider (1958) to know the obstacles of da?wah, namely ecological, psychological, and semantic.
The results of this research indicate that da?wah done in the Indeginous tribe were in accordance with the stages of the islamic communication theory.
Da?wah was done with a long proccess so that it changed. The changes occurred at the encouragement of culture and religions. The changes contineles to achieve physical and non-physical development, the peak of the Indeginous tribe formed the communities which religions values were well guided in da?wah, there were several obstacles, both internally and externally. Internal obstacles were influenced by semantic factor, while external obstacles were influenced by ecological and psychological faktors.
The colclusion is the proccess of da?wah in the Indeginous tribe were in accordance with the stages of the islamic communication theory. There was a change both physically and non-physically in the Indeginous tribe into a positive and constructive directions. The external obstacles were more dominant such as environmental ecological than psychological and semantic.

Keywords: Da’wah, Indeginous tribe, Islamic Communication (da’wah)


ABSTRAK
Suku Anak Dalam merupakan suku minoritas yang ada di Jambi. Mereka memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme yang turun menurun diwariskan oleh nenek moyang. Dalam perkembangan Suku Anak Dalam sudah mulai meninggalkan kepercayaan nenek moyang dan lebih memilih memeluk agama Islam. Proses perpindahan keyakinan di peroleh atas dorongan dari pendakwah.
Pertanyaan pertama dalam penelitian ini, yaitu bagaimana metode dakwah dengan menerapkan prinsip komunikasi Islam (Dakwah), tablîgh, taghyîr, takwîn al-ummah/amar makruf nahi munkar, dan khairiyah alummah/akhlâq sebagai upaya menyebarkan agama Islam di Suku Anak Dalam?. Sedangkan pertanyaan kedua Apa hambatan-hambatan dakwah yang dihadapi pendakwah dalam menyebarkan agama Islam di Suku Anak Dalam?
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Komunikasi Islam oleh Andi Faisal Bakti (2010) dan Edi Amin (2017). Teori ini mengatakan bahwa dakwah dilakukan dalam empat tahapan, yaitu tablîgh, taghyîr, takwîn al-ummah/amar makruf nahi munkar, dan khairiyah al-ummah/akhlâq. sedangkan teori pendukung mengunakan teori atribusi Fretz Heider (1958), untuk mengetahui hambatan-hambatan dakwah, yaitu: hambatan ekologi, hambatan psikologi dan hambatan semantik.
Penelitian ini menunjukan bahwa dakwah yang dilakukan di Suku Anak Dalam sudah sesuai dengan tahapan teori komunikasi Islam. Dakwah yang dilakukan dengan proses yang sangat panjang sehingga mengalami perubahan. Perubahan terjadi atas dorongan budaya dan agama. Perubahan berlanjut hingga mencapai pembangunan secara fisik dan nonfisik puncaknya Suku Anak Dalam membentuk komunitas yang mana nilai-nilai agama dipedomani dengan baik. Dalam melakukan dakwah terjadi beberapa hambatan, baik secara internal dan ekternal. Hambatan internal dipengaruhi faktor semantik, sedangkan hambatan eksternal di pengaruhi faktor ekologi dan psikologi.
Kesimpulannya, proses dakwah yang dilakukan pada Suku Anak Dalam telah berjalan sesuai dengan tahapan teori komunikasi Islam. Terjadi perubahan baik fisik maupun non fisik pada Suku Anak Dalam ke arah yang positif dan konstruktif. Hambatan ekternal lebih dominan seperti hambatan ekologi lingkungan dibandingkan hambatan psikologi dan hambatan semantik.

Kata Kunci : Dakwah, Suku Anak Dalam, Komunikasi Islam (Dakwah).


Ketersediaan

T041R042 HAM m TESISPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Tesis)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
R042 HAM m TESIS
Penerbit Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
ix, 152 hlm,; 26 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
--
Klasifikasi
042
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya