No image available for this title

Text

Komunikasi Interpersonal Pembimbing Agama Dalam Meningkatkan Kesadaran Beragama Anak Berhadapan Hukum (ABH) (Studi Di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani Jakarta)



ABSTRAK
Nama : Novia Hasan Fratiwi
NIM : 11150510000074
Komunikasi Interpersonal Pembimbing Agama dalam Meningkatkan
Kesadaran Beragama Anak Berhadapan Hukum (ABH) (Studi di Balai
Rehabilitasi Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK)
Handayani Jakarta)
Saat ini banyak anak di bawah umur yang terjerat kasus kriminal salah
satunya pencurian, narkoba, bahkan sampai pembunuhan. Rendahnya kesadaran
beragama pada anak merupakan salah satu faktor anak dapat terjerumus ke
dalam kasus tersebut. BRSAMPK Handayani Jakarta merupakan salah satu balai
rehabilitasi yang memberikan bimbingan agama sebagai salah satu metode
rehabilitasi untuk anak-anak yang terlibat kasus kriminal. Maka sangat penting
peran Pembimbing Agama disini untuk memilih perilaku komunikasi yang
cocok untuk meningkatkan kesadaran beragama anak agar anak tidak
mengulangi perbuatannya kembali.
Berdasarkan permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk mengetahui
komunikasi interpersonal Pembimbing Agama di BRSAMPK Handayani
Jakarta, bentuk kesadaran beragama Anak Berhadapan Hukum di BRSAMPK
Handayani Jakarta, serta bagaimana komunikasi interpersonal Pembimbing
Agama dalam meningkatkan kesadaran beragama Anak Berhadapan Hukum.
Metodologi penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan
pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan
data dengan melakukan observasi langsung, wawancara, serta studi dokumen.
Teori yang digunakan adalah teori competence communication oleh Brian H.
Spitzberg dan William R. Cupach yaitu suatu kemampuan untuk memilih
perilaku komunikasi yang cocok dan efektif bagi situasi tertentu. Teori ini
mempunyai tiga model komponen yaitu, pengetahuan, keahlian, dan motivasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam membangun komunikasi
interpersonal, Pembimbing Agama di BRSAMPK Handayani Jakarta
menggunakan lima cara yaitu dengan memahami karakter anak, menumbuhkan
kepercayaan anak, memberikan bimbingan dengan rasa humor, menggunakan
bahasa yang mudah dipahami serta menerapkan sikap tegas dalam bimbingan.
Bentuk kesadaran beragama ABH setelah mengikuti bimbingan agama di
BRSAMPK Handayani Jakarta yaitu takut berbuat dosa, disiplin melaksanakan
ibadah, mendapat ketenangan jiwa, meningkatnya pengetahuan keagamaan dan
berperilaku sesuai ajaran Islam. Dalam meningkatkan kesadaran beragama ABH
tersebut, cara yang dilakukan Pembimbing Agama yaitu dengan memberikan
motivasi, komunikasi secara persuasif, serta dilakukannya dialog tanya jawab.
Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Kesadaran Beragama, Anak
Berhadapan Hukum (ABH), Pembimbing Agama, Competence Communication.


Ketersediaan

K2062R5911 NOV k KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
R5911 NOV k KPI
Penerbit Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
ix, 129 hlm,; 26 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
--
Klasifikasi
5911
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya