No image available for this title

Text

Analisis Semiotika Diskriminasi Gender Dalam Film “Kartini” 2017 Karya Hanung Bramantyo



ABSTRAK
Sandra oktaviani / 1113051000204
Analisis Semiotika Diskriminasi Gender Dalam Film Kartini 2017 Karya
Hanung Bramantyo
Film pada umumnya mengangkat isu atau realitas yang ada didalam
masyarakat. Salah satu realitas sosial yang terjadi pada masyarakat saat ini adalah
ketimpangan gender yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Isu ini berkembang
sangat pesat hingga hari ini dan menuai berbagai macam reaksi dalam masyarakat
Indonesia. Masyarakat Indonesia yang notabene nya menjunjung tinggi adat
istiadat serta budaya nenek moyang dalam kehidupan sehari-hari masihlah sangat
bersifat patriarki dalam menafsirkan dan memposisikan kaum perempuan dalam
kehidupan sosial.
Film kartini 2017 masih menceritakan bagaimana sosok pahlawan perempuan
berasal dari Jepara yang hidup pada abad ke-18. Film ini Mencerminkan
bagaimana perempuan terdiskriminasi dan mengalami ketidakadilan gender
karena tradisi dan budaya masyarakat jawa. Melalui film tersebut, sang sutradara
berharap para penonton sadar akan diskriminasi gender yang ada dalam kehidupan
sehari-hari.
Berdasarkan latar belakang diatas, pertanyaan dalam penelitian ini adalah
Bagaimana makna denotasi diskriminasi gender yang terkandung dalam film
Kartini 2017 ? Bagaimana makna konotasi diskriminasi gender yang terkandung
dalam film Kartini 2017? dan Bagaimana mitos diskriminasi gender yang
terkandung dalam film kartini 2017?
Penelitian ini mengacu pada paradiga konstruksionis dimana kosentrasi
analisisnya adalah menemukan bagaimana dan dengan cara apa realitas tersebut
dibentuk. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif .
Teknik pengumpulan data dengan menggunakan analisis semiotika Roland
Bhartes.
Penelitian ini menggunakan teori ketidakadilan gender Mansour fakih.
Menurut Mansour fakih ketidakadilan gender merupakan sistem dan struktur
dimana kaum laki-laki dan perempuan menjadi korban dari sistem tersebut. Teori
yang dikembangkan Mansour fakih juga membagi bentuk-bentuk ketidak adilan
gender menjadi 5 jenis yaitu marginalisasi, subbordinasi, stereotipe, kekerasan
dan beban kerja ganda.
Kata kunci : Semiotika, Diskriminasi, Gender, Film, Kartini


Ketersediaan

K2048R5884 SAN a KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
R5884 SAN a KPI
Penerbit Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xiii, 218 hlm,; 26 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
--
Klasifikasi
5884
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya