No image available for this title

Text

Strategi Public Relations Kementerian Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia Dalam Mengelola Hoax



ABSTRAK
GILANG SUCAHYO
Strategi Public RelationsKementerian Komunikasi dan Informatika
dalam mengelola Hoax
Perkembangan teknologi saat ini sangat memudahkan seseorang
untuk saling terhubung dan berinteraksi, terlebih adanya media masa cyber
atau media online. Namun, kemudahan media dan masyarakat dalam
mendapatkan informasi semakin besar peluang terpapar informasi yang
tidak benar atau Hoax. Berdasarkan temuan kominfo terdapat 1.731 Hoax
sejak bulan Agustus 2018 hingga April 2019 yang sudah teridentifikasi
oleh kominfo. Dari permasalahan tersebut peneliti tertarik untuk
mengetahui bagaimana strategi pengelolaan Hoaxyang dilakukan Public
Relations kominfo? Hambatan dan solusi apa yang dilakukan dalam
mengelola Hoax?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
paradigma konstruktivis. Adapun metode yang digunakan dalam
penelitian ini adalah deskriptif yaitu penelitian yang menggambarkan
kejadian pada saat atau kejadian pada masa lampau. Pengumpulan data
dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dengan
narasumber.
Adapun teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori
Strategi Public Relations Ronald D. Smith. Beberapa tahapan yang
digunakan peneliti untuk membantu menjawab masalah dalam penelitian
ini, yaitu: Formative Research, Strategy, Tactics, Evaluative Research.
Dari hasil penelitian yang didapat, diketahui bahwa strategi Public
Relations Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam mengelola
Hoaxberlandaskan atas dasar Inpres No 09 tahun 2015 tentang
Pengelolaan Komunikasi Publik. Dalam pengelolaannya berdasarkan teori
strategi Public Relations Ronald D. Smith yang dibagi kedalam empat
tahapan, yaituFormative Research, Strategy, Tactics, Evaluative Research.
Pada tahap strategi Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan
tiga metode, dengan menggunakan UU No 11 tahun 2008 Tentang
Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 27, 28 dan 29, mengontrol
media dilakukan dengan mesin Pengais Konten Internet negatif atau AIS
untuk media online dan seacra manual memantau media cetak, serta
melakukan literasi Digital kepada masyarakat.
Hambatan dan solusi yang dilakukan Kementerian Komunikasi
dan Informatika adalah sebagai berikut. Masih mudahnya masyarakat
terprovokasi oleh kabar yang belum jelas kebenarannya, solusi yang
dilakukan Kominfo yaitu dengan leterasi Digital agar minimal masyarakat
dapat mengidentifikasi informasi yang didapat. Edukasi digital juga masih
terpusat di tingkat kementerian, untuk itu Kominfo membuat program
iii
bersama dengan Pemda setempat agar lebih merata literasi yang diberikan.
Cakupan materi yang literasi digital yang luas menyebabkan pola
pendekatan bersifat reaktif, untuk itu setiap tahun dibuat lebih khusus
untuk setiap daerah agar lebih terfokus permasalahan apa yang sedang
hangat di daerah tersebut.
Kata kunci: Public Relations, Kominfo, Hoax

ABSTRACT
GILANG SUCAHYO
The Public Relations Strategy of the Ministry of Communication and
Information in managing the Hoax
The development of technology is now very easy for someone to
connect and interact with each other, especially the existence of cyber
media or online media. However, the ease of the media and the public in
getting information increases the chance of being exposed to incorrect
information or Hoaxes. Based on the findings of the Ministry of
Communication and Information, there were 1,731 Hoaxs from August
2018 to April 2019 which had been identified by the Ministry of
Communication and Information. From these problems researchers are
interested in knowing how the Hoax management strategy is carried out
by the Ministry of Communication and Informatics? What are the
obstacles and solutions to managing a Hoax?
This study uses a qualitative approach with a constructivist
paradigm. The method used in this research is descriptive research that
describes the events at the time or events in the past. Data collection in
this study used observation techniques, interviews with informants.
The theory used in the study is Ronald D. Smith's Public Relations
Strategy theory. Several stages are used by researchers to help answer the
problem in this study, namely: Formative Research, Strategy, Tactics,
Evaluative Research.
From the research results obtained, it is known that the Public
Relations strategy of the Ministry of Communication and Information in
managing Hoax is based on Presidential Instruction No. 09 of 2015
concerning Management of Public Communication. In its management
based on Ronald D. Smith's Public Relations strategy theory which is
divided into four stages, namely Formative Research, Strategy, Tactics,
Evaluative Research. At the strategic stage the Ministry of
Communication and Information used three methods, using Law No.
11/2008 on Information and Electronic Transactions Articles 27, 28 and
29, controlling the media is carried out with a negative Internet Content
Scanning machine or AIS for online media and manually monitoring print
media. , as well as carrying out digital literacy to the public.
The obstacles and solutions by the Ministry of Communication and
Information is. It is still easy for people to be provoked by news with
unclear truth, the solution made by Kominfo is Digital eruption so that at
least the community can identify the information obtained. Digital
education is also still centered at the ministry level, for this reason, the
Ministry of Communication and Informatics made a joint program with
the local government to provide more even literacy. The wide range of
v
digital literacy material causes reactive approach patterns, for that every
year is made more specific to each region to be more focused on what
problems are hot in the area.
Keywords: Public Relations, Communication and Information, Hoax


Ketersediaan

K2029R5847 GIL s KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
R5847 GIL s KPI
Penerbit Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xi, 92 hlm,; 26 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
--
Klasifikasi
5847
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya