Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Metode Bimbingan Agama Dalam Menumbuhkan Penerimaan Diri Pada Anak Korban Pelecehan Seksual Di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (Brsampk) Handayani Jakarta Timur
ABSTRAK
Radiatul Mardiyah. 1113052000063. “Metode Bimbingan Agama Dalam Menumbuhkan Penerimaan Diri Anak Korban Pelecehan Seksual di Balai Rehabilitasi Sosial Anak Yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani Jakarta Timur”. Di bawah Bimbingan Dra. Hj. Mastanah, M.Si.
Pada umumnya anak-anak seringkali menjadi korban dari tindak pelecehan seksual. Dampak yang ditimbulkan dari tindak pelecehan seksual begitu dahsyat sehingga mempengaruhi penerimaan diri mereka. Perlu adanya penanganan serius untuk anak korban pelecehan seksual, karena jika tidak ditangani serius dapat menimbulkan dampak sosial yang luas di masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan tempat untuk mereka agar dapat meningkatkan penerimaan diri, seperti mampu menerima segala kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri mereka. Salah satu lembaga yang menangani kasus anak korban pelecehan seksual yaitu di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Handayani Jakarta Timur..Salah satu program lembaga ini yang mampu menumbuhkan penerimaan diri yaitu bimbingan agama.
Penelitian ini dilakukan di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus Handayani Jakarta Timur terhitung dari masuknya surat ke lembaga mulai dari tanggal 15 Januari 2019 sampai dengan tanggal 29 Mei 2019. Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa saja metode bimbingan agama yang digunakan dalam menumbuhkan penerimaan diri dan apa materi bimbingan agama dalam menumbuhkan penerimaan diri anak korban pelecehan seksual di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Jakarta Timur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Peneliti menggunakan pengambilan sampel dengan teknik purpossive sampling, untuk anak korban pelecehan seksual dipilih berdasarkan usia (di bawah tujuh belas tahun) sebanyak 3 orang anak dan pembimbing agama sebanyak 2 orang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bimbingan agama yang digunakan oleh pembimbing agama yaitu metode individu dan kelompok, Metode individu dilakukan dengan pendekatan-pendekatan kepada anak, mengumpulkan info mengenai kesukaan anak agar anak mau mendengarkan perkataan pembimbing. Metode kelompok adalah kontak antara pembimbing dengan sekelompok klien dengan jumlah lebih dari satu orang, mereka mendengarkan ceramah, ikut aktif berdiskusi, serta menggunakan kesempatan untuk tanya jawab. Setelah subjek menjalani kegiatan bimbingan agama yang diberikan maka terdapat perubahan yang dihasilkan bahwa anak-anak menjadi lebih bersyukur atas segala yang terjadi pada dirinya, meningkatnya pengetahuan agama, mampu mengembangkan potensi yang mereka miliki serta mampu menerima dirinya secara utuh.
Kata kunci: Bimbingan Agama, Penerimaan Diri, Pelecehan Seksual
Ketersediaan
| B425 | R5820 RAD m BPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
--
|
|---|---|
| No. Panggil |
R5820 RAD m BPI
|
| Penerbit | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta., 1440 H / 2019 M |
| Deskripsi Fisik |
v, 99 hlm,; 26 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
--
|
| Klasifikasi |
5820
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






