Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisis Kajian Literasi Politik Pada Channel Youtube Asumsi
ABSTRAK
Mohamad Firman Hadi, 1112051100038, ANALISIS KAJIAN LITERASI
POLITIK PADA CHANNEL YOUTUBE ASUMSI
Tahun 2019 menjadi tahun penting dalam proses berdemokrasi di
Indonesia, perhelatan pemilihan presiden dan wakil presiden menjadi fokus utama
media, tak terkecuali di media sosial. Channel YouTube asumsi hadir dengan
keunikannya menekankan literasi politik dengan penyajian yang berbeda. Channel
YouTube Asumsi menghadirkan ulasan literasi politik dengan kemasan yang
ringan dan mudah dipahami oleh siapa pun, terutama membidik kaum millennial
yang dilansir kurang tertarik dengan pembahasan politik. Founder Channel
YouTube Asumsi, Pangeran Siahaan sempat dinobatkan sebagai presenter terbaik
di Asia dalam acara Asian Television Award ke 22 yang digelar di Suntec
Convention Center, Singapura dan untuk jumlah subscriber Channel YouTube
Asumsi ketika tulisan ini dibuat mencapai 148.000 atas dasar itu penulis tertarik
untuk meneliti literasi politik yang digunakan oleh Asumsi untuk menarik
perhatian kaum millennial
Berdasarkan latar belakang di atas maka muncul pertanyaan, Bagaimana
proses literasi politik yang dilakukan oleh tim Asumsi melalui Channel YouTube?
Sedangkan metodologi yang penulis gunakan ini adalah pendekatan
kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Penelitian jenis ini
menunjukkan bahwa kebenaran suatu realitas sosial adalah kebenaran yang
bersifat relatif dari hasil konstruksi sosial. Peneliti melakukan observasi,
wawancara, studi kasus dan studi pustaka untuk mendapatkan data penelitian.
Teknik analisis yang penulis gunakan adalah analisis deskriptif. Teori yang
digunakan peneliti adalah teori literasi politik Bernard Crick dalam buku Prof.
Andi Faisal Bakti, dkk, Literasi Politik dan Konsolidasi Demokrasi. Teori ini
menjelaskan bagaimana konsep literasi politik dan tahapan partisipasi politik
Literasi politik yang dilakukan oleh Asumsi pada Channel YouTube
mereka, dibagi kedalam 11 playlist namun penulis mengerukutkan lagi kedalam 5
playlist yang diantaranya; Asumsi Kolektif, Pangeran Mingguan, Dengerin Dong,
Asumsi Original, #MillenialMenjawab. Akan tetapi, karena bervariasi nya playlist
dan deadline yang singkat menjadikan YouTube Asumsi tidak konsisten dalam
men upload video-video terkait literasi. Sebagai contoh literasi yang dilakukan
oleh asumsi adalah pada video “APA SIH APLIASI DPR NOW? - Dengerin
Dong”, dalam video tersebut asumsi me review sebuah aplikasi yang berguna
untuk memantau kegiatan DPR dan menginformasikan nya ke pada khalayak. Apa
yang sudah dilakukan oleh Asumsi dalam meliterasi khalayak khususnya di
platform YouTube harus mendapat apresiasi. Karena minimnya konten yang
mendidik di channel –channel YouTube saat ini dan apa yang sudah dilakukan
Asumsi juga merupakan suatu gerakan yang memanfaatkan media digital untuk
menjangkau khalayak yang lebih luas.
Kata kunci: Asumsi, Literasi Politik, Media Sosial, YouTube
Ketersediaan
| J698 | 5676 MOH a JURN | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
--
|
|---|---|
| No. Panggil |
5676 MOH a JURN
|
| Penerbit | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta., 1440 H/2019 M |
| Deskripsi Fisik |
vii, 57 hlm,; 26 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
--
|
| Klasifikasi |
5676
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






