No image available for this title

Text

Kontribusi Media Melawan Radikalisme Di Indonesia (Studi Kasus Pemberitaan Harian Kompas Edisi 15 Mei 2018)



ABSTRAK
Nama : Yasir Arafat
NIM : 112051100049
KONTRIBUSI MEDIA MELAWAN RADIKALISME DI INDONESIA (Studi Kasus Pemberitaan Harian Kompas Edisi 15 Mei 2018)
Memasuki era digital 4.0 masyarakat begitu dimanjakan oleh kemajuan teknologi informasi. Karenanya masyarakat dengan mudah mendapatkan dan menyebarkan informasi. Namun demikian sering kali infromasi yang berkembang tidak memili sumber yang jelas. Bahkan tidak jarang kemajuan teknologi informasi ini dimanfaatkan jaringan terorisme untuk menyebarkan paham radikal di masyarakat.
Maka dari itu, diperlukan peran lebih dari media massa untuk mengurangi penyebaran radikalisme di Indonesia. Sebagai salah satu media yang dipercaya dan menjadi rujukan masyarakat dengan jumlah readership mencapai 1.409.784. Harian Kompas telah menjadikan radikalisme sebagai isu yang terus diawasi sekurangnya sejak satu dasawarsa terakhir.
Berdasarkan latar belakang di atas, dipandang penting untuk mengeksplorasi peran Harian Kompas dalam menyampaikan konten-konten pemberitaan radikalisme di Indonesia. Apa saja wacana yang diulas Harian kompas terkait isu radikalisme dari sisi teks, konteks, dan kognisi sosial. Untuk itu, penulis menggunakan model analisis Teun A. Van Djik di mana dimensi wacana pada level teks, konteks, dan kognisi sosial relevan dengan bahasa skripsi ini.
Penelitian ini menggunakan paradigma kritis guna menemukan makna di balik teks pemberitaan radikalisme dalam Harian Kompas. Serta memakai pendekatan kualitatif melalui teknik studi dokumentasi dikuatkan dengan wawancara mendalam kepada penulis berita agar mendapatkan data secara menyeluruh.
Hasil dari penelitian ini dapat dikatakan dari segi teks Harian Kompas menunjukkan bahwa Indonesia kuat dan tidak takut dengan terorisme. Bagaimana diperlukan peran aktif tokoh masyarakat, aparatur desa, dan pemerintah dalam mendeteksi adanya penyebaran radikalisme. Diperkuat oleh pandangan penulis berita bahwa saat ini radikalisme, terorisme, dan isu khilafah merupakan ancaman serius bagi Indonesia. Meski radikalisme menjadi konsen Harian Kompas akan tetapi intensitas dalam pemberitaannya Harian Kompas masih melihat kebutuhan dan momentum. Pasalnya, masih ada masalah lain di Indonesia yang perlu mendapat perhatian seperti pemberantasan korupsi, pembangunan ekonomi, dan penataan birokrasi. Terlebih bagi Harian Kompas memberitakan sebuah isu secara terus menerus tanpa henti, juga dapat membuat masyarakat atau pembacanya merasa jenuh atau bosan. Oleh karenanya diharapkan agar isu radikalisme menjadi perhatian semua elemen terutama untuk Polri, Mentri Politik Hukum dan HAM, serta Presiden Indonesia Joko Widodo.
Kata kunci : Wacana, Radikalisme, Harian Kompas.


Ketersediaan

J6925642 YAS k JURNPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
5642 YAS k JURN
Penerbit Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
x, 126 hlm,; 26 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
--
Klasifikasi
5642
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya