Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Makna Eksploitasi Dibalik Konservasi Satwa Langka Analisis Semiotika Foto Jurnalistik Karya Rama Surya “Yang Kuat Yang Kalah”
ABSTRAK
Narasi, cara menceritakan kembali sebuah perisitwa semenarik mungkin. Dari zaman Acta Djurna, hingga ke New Journalism yang berkembang di Amerika, narasi terus mengalami perkembangannya hingga narasi memasuki dunia digital. Liputan6.com, Kompas.com dan Republika.co.id tiga portal berita teratas dengan segmen yang berbeda di Indonesia mereka memakai narasi dalam penulisan berita-beritanya. Tiga media ini menyediakan informasi aktual, dan faktual serta juga sisi lain dari hardnews atau feature.
Pertanyaan mayor dalam penelitian ini, bagaimana narasi seperti feature hadir dalam konteks dunia digital? Pertanyaan minornya, apakah alur dan plot dalam penulisan berita dengan pola feature bisa dipakai dalam penulisan narasi media online? Narasi seperti apa yang cocok dalam dunia digital, apakah harus tetap dengan skema biasa, atau adakah pola dan metode penulisan narasi baru yang sesuai dengan media online.
Generasi milenial yang diburu waktu, semua serba cepat. Membuat, narasi yang bercerita lengkap, detail dan panjang tak ideal bagi generasi yang menurut Bill Kovach, sudah dihantam tsunami informasi. Narasi harus mampu menjadi laporan yang menarik. Makalah ini menguak, apakah relevannya narasi yang panjang dan dengan skema ala Branston, Stafford, ataupun Jurnalisme Naratif ala Bill Kovach, Tom Rosentiel atau ahli jurnalisme lainnya dengan menganalisis beberapa berita naraif dan feature di tiga media tersebut.
Idealnya, Branston dan Stafford dalam buku The Media Student’s Book 2003 di halaman 34-48 menemukan bahwa narasi itu bisa berupa biografi, cerpen, novel, film, foto dan bahkan sebuah hasil liputan mendalam yang dituliskan dengan gaya bercerita. Menurut mereka narasi adalah cerita yang dibangun, disusun, dengan jalinan peristiwa yang memuat urutan waktu, tokoh, sifat, watak, isu, ide dan pesan.
Dalam penelitian ini, memakai dan menguji coba berbagai teori serta temuan terbaru dalam penelitian Jurnalisme Naratif. Berakar dari teori Narasi milik Branston dan Stafford, penulis juga memakai teori Jurnalisme Naratifnya milik Tom Wolfe, yang bicara soal empat aturan dalam penulisan new journalism atau jurnalisme naratifnya. Sebagai komperasinya ada teori naratif yang dikembangkan oleh Janet Steele dari Washington University, serta pelatihan rutin yang dilakukan Andreas Harsono sebagai praktisi jurnalisme sastrawi di Indonesia, menjadi batu ujinya apakah narasi masih harus ditulis dengan panjang, atau ada metode baru dalam menuliskan narasi dalam sebuah berita, bukan cerita fiksi.
Kata kunci : Narasi, Berita, Jurnalisme, Cerita, Sastrawi
Ketersediaan
| T033 | 033 MUS j TESIS | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Tesis) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
--
|
|---|---|
| No. Panggil |
033 MUS j TESIS
|
| Penerbit | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta., 1440 H / 2019 M |
| Deskripsi Fisik |
vi, 212 hlm,; 26 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
--
|
| Klasifikasi |
033
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






