Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Transgender Dalam Bingkai Pemberitaan Waria Setara Warga Di Majalah National Geographic Indonesia
ABSTRAK
Sururoh Tullah Adedoin Uthman
Transgender Dalam Bingkai Pemberitaan Waria Setara Warga di Majalah
National Geographic Indonesia
Majalah National Geographic Indonesia adalah majalah mainstream yang
mengungkapkan pemberitaannya berlandaskan pisau bedah ilmu pengetahuan.
Januari 2017 ?Transgender? menjadi pembahasan khusus dalam Majalah National
Geographic Indonesia. Bagaimana transgender dikupasdari segi ilmu pengetahuan
dengan pengambilan sampel transgender di Yogyakarta yang jelas memiliki
tendensi keagamaan yang kuat baik dengan menjamurnya pesantren maupun
sebagai ladang lahirnya ulama besar. Hal ini dapat menimbulkan kesepahaman
bahwa transgender kini mulai diterima di kota yang kultur agamanya kuat.
Berlandaskan hal tersebut peneliti melihat Majalah National Geographic
Indonesia mememanfaatkan momen ini untuk menggiring opini publik mengenai
dukungan dan penerimaan Transgender di Indonesia.
Penelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana
bingkai pemberitaan transgender di Majalah National Geographic Indonesia dan
bagaimana Majalah National Geographic Indonesia membangun frame tentang
transgender.
Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial atas realitas dan
analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M Kosicki untuk menganalisis data.
Terdapat empat struktur dalam framing Pan Kosicki, yaitu struktur sintaksis,
struktur skrip, struktur tematik dan struktur retoris. Perangkat framing ini menjadi
alat bagi peneliti untuk memahami bagaimana media mengemas peristiwa dengan
strategi pemakaian kata, kalimat, lead, hubungan antar kalimat, foto dan grafik.
Dengan demikian dapat terlihat cara yang digunakan oleh media untuk
menonjolkan pemaknaan dalam suatu peristiwa.
Peneliti menggunakan paradigma konstruktivis dan pendekatan penelitian
kualitatif. Pendekatan kualitatif ini dilakukan oleh peneliti dengan menganalisis
data temuan yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis.
Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan
dokumentasi.
Dari penelitian ini dapat diambil garis besar bahwa frame yang
dikonstruksikan oleh Majalah National Geographic Indonesia kepada pembaca
bahwa transgender harus dianggap sama dan setara, dengan pemaparan data dan
pisau bedah kemanusiaan. Namun kecacatan yang dengan amat bijak National
Geographic Indonesia lakukan adalah sengaja menggiring opini pembaca kepada
frame kemanusiaan dengan mengelakkan data-data lain, seperti pertimbangan sisi
ilmu pengetahuan dari segi kesehatan terhadap Transgender. Peneliti menghimbau
kepada pembaca supaya dapat memahami giringan opini media dalam setiap
pemberitaan yang disampaikan agar tidak sertamerta menerima gagasan media
tersebut.
Kata kunci : Frame, Transgender, National Geographic Indonesia,
Keadilan, Kesetaraan.
Ketersediaan
| J680 | 5620 SUR t JURN | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
--
|
|---|---|
| No. Panggil |
5620 SUR t JURN
|
| Penerbit | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta., 1440 H / 2019 M |
| Deskripsi Fisik |
viii, 111 hlm,; 26 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
--
|
| Klasifikasi |
5620
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






