No image available for this title

Text

Pelaksanaan Bimbingan Agama Dalam Penerimaan Diri Remaja Tunanetra Di Yayasan Raudlatul Makfufin (Taman Tunanetra) Serpong Tangerang Selatan



ABSTRAK
Farah Wahyuni, NIM 11140520000024, Pelaksanaan Bimbingan
Agama dalam Penerimaan Diri Remaja Tunanetra di Yayasan
Raudlatul Makfufin (Taman Tunanetra) Serpong Tangerang Selatan,
dibawah bimbingan Artiarini Puspita Arwan, M. Psi.
Tunanetra merupakan individu yang mengalami kerusakan pada
bagian mata, sehingga mengakibatkan individu tersebut mengalami
keterbatasan dalam fungsi penglihatan. Kerusakan bagian mata ini bisa
saja terjadi pada bagian bola mata, retina, kornea atau pada syarafsyaraf
penglihatan, baik menyeluruh (Total Blind) ataupun sebagian
(Low Vision). Remaja tunanetra dalam keadaan fisiknya tidak berbeda
dengan anak lain pada umumnya, hanya berbeda pada fungsi
penglihatan saja. Namun demikian tunanetra itu sendiri masih menjadi
kelompok minoritas di kalangan masyarakat luas. Untuk mengurangi
rasa tidak percaya diri menjadi minoritas sebagai tunanetra, maka
dibutuhkan adanya sarana atau tempat untuk meningkatkan penerimaan
dirinya, salah satunya Yayasan Raudlatul Makfufin (taman tuananetra).
Bimbingan agama di Yayasan Raudlatul Makfufin diharapkan dapat
membantu remaja tunanetra menjadi individu yang lebih beriman,
memiliki rasa syukur yang tinggi, berilmu, dan dapat mencintai diri
sendiri dengan keadaannya saat ini juga menerima dirinya dengan utuh.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses bimbingan
agama dalam meningkatkan penerimaan diri pada remaja tunanetra.
Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan
jenis penelitian deskriptif. Penentuan sumber data atau informan
menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu informan atau sumber
data ditentukan dengan kriteria yang sesuai dengan tujuan penelitian.
Informan dalam penelitian ini terdiri dari, ketua yayasan, wakil ketua
pesantren, seorang pembimbing agama, dan tiga remaja tunanetra.
Berdasarkan temuan dan analisis yang dilakukan, dapat
disimpulkan bahwa bimbingan agama dalam meningkatkan penerimaan
diri remaja tunanetra berjalan dengan baik secara bertahap, baik
bimbingan agama terjadwal ataupun bimbingan agama tidak terjadwal.
Penerimaan diri remaja tunanetra di yayasan terlihat dari antusiasme
mereka untuk mengikuti bimbingan agama di yayasan. Bimbingan
agama yang dilakukan di yayasan radulatul makfufin menggunakan
metode kelompok dan individu, menyampaikan melalui ceramah, tanya
jawab, dan percakapan pribadi antar individu (face to face). Sedangkan
materi yang telah diberikan yaitu, Ilmu aqidah, Ilmu fiqih, Ilmu akhlak,
menghafal Al-Qur’an Braille, pembinaan keterampilan dakwah untuk
melatih kepercayaan diri remaja tunanetra dalam berbicara.
Kata Kunci : Bimbingan Agama, Penerimaan Diri, Remaja
Tunanetra


Ketersediaan

B3945593 FAR p BPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
5593 FAR p BPI
Penerbit Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
iv, 147 hlm,; 26 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
--
Klasifikasi
5593
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya