No image available for this title

Text

Metode Therapeutic Community Dalam Menumbuhkan Kepercayaan Diri Klien Korban Penyalahgunaan Napza Di Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza (Brs Kpn) “Galih Pakuan” Putat Nutug Bogor



ABSTRAK
Vita Virginia, 1113052000034, Metode Therapeutic Community dalam
Meningkatkan Kepercayaan Diri Klien Korban Penyalahgunaan NAPZA di
BRS KPN “Galih Pakuan” Putat Nutug Bogor. Dibawah Bimbingan Dra.
Rini Laili Prihatini, M.Si.
Laporan BNN tahun 2014 menyebutkan kasus tertinggi narkotika tahun
2013 berjumlah 21.269 kasus. Tingginya angka tersebut maka sudah seharusnya
NAPZA diperangi dengan dua sudut yaitu supply reduction dan demand
reduction. Upaya demand reduction adalah upaya dibidang prevensi, terapi dan
rehabilitasi yang dilindungi oleh undang-undang no. 35 tahun 2009 tentang
Narkotika. Salah satu bentuk rehabilitasi dengan metode therapeutic community
(TC) yaitu pendekatan behavioral dimana berlaku system reward
(penghargaan/penguatan) dan punishment (hukuman) dalam mengubah suatu
perilaku meningkatkan kepercayaan diri klien.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses rehabilitasi dengan
metode TC dan mengetahui faktor-faktor dalam meningkatkan kepercayaan diri.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis deskriptif.
Subyek penelitian ini adalah 1 konselor, 2 klien serta 2 orang tua klien. Adapun
teknik menentukan informan untuk dijadikan subjek dalam penelitian ini
menggunakan teknik snowball dan analisis data yang digunakan adalah teknik
analisis domain.
Teori yang digunakan adalah teori behavioris dari Skinner dimana berlaku
sistem Reward (penghargaan/penguatan) dan Punistment (hukuman) dalam
mengubah suatu perilaku dan Teori Percaya Diri dari Gael Lindenfield
mendefinisikan kepercayaan diri keyakinkan pada kemampuan dan penilaian
(judgement) diri sendiri dalam melakukan tugas dan memilih pendekatan yang
efektif.
Hasil observasi dan wawancara menunjukkan sudah berjalan dan efektif
sebagai upaya dan langkah menyelamatkan korban penyalahgunaan NAPZA yang
merupakan “man helping mn to help himself” yaitu seseorang menolong orang
lain untuk menolong dirinya sendiri dengan 80% tingkat keberhasilan yaitu 10
dari 8 orang klien. Sedangkan metode TC dalam meningkatkan kepercayaan diri,
hal itu terlihat bahwa rehabilitasi memperbaiki perilaku dengan mendapatkan
reward setiap melakukan hal positif agar menjadi bahan insteropeksi diri untuk
berfikir apa yang telah dilakukan dan menjadi motivasi dan punishment sebagai
efek jera agar tidak mengulangi kesalahan yang sama sehingga sebagai perubahan
klien sebelum dan sesudah menjalani rehabilitasi. Faktor-faktor yang akan
meningkatkan kepercayaan diri klien meliputi faktor intern berupa: citra diri,
pemahaman diri, ketegasan, pengendalian perasaan, tujuan yang jelas, dan
komunikasi dengan orang lain sedangkan faktor ekstern berupa: dukungan sosial.
Kata kunci: Metode Therapeutic Community (TC), Percaya diri,
Penyalahgunaan NAPZA


Ketersediaan

B3935587 VIT m BPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
--
No. Panggil
5587 VIT m BPI
Penerbit Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xvii, 164 hlm,; 26 cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
--
Klasifikasi
5587
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya