Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Gaya Hidup Waria Urban Jakarta: Sebuah Negosiasi Identitas
ABSTRAK
Nisa Nur Aulia, “Gaya Hidup Waria Urban Jakarta: Sebuah Negosiasi Identitas”
Kaum waria (Transgender) merupakan kaum yang identik dengan penampilan yang mencolok, gaya hidup yang ingin terlihat up to date, pekerja Seks Komersial atau kaum yang sering mendapatkan perlakuan diskriminatif. Apalagi dengan adanya keberadaan organisasi-organisasi waria yang ada di Indonesia banyak mengundang Kontroversi karena itulah didirikan Organisasi Forum Komunikasi Waria Indonesia sebagai organisasi yang menjadi payung hukum organisasi-organisasi waria yang ada.
Penelitian ini termasuk dalam ranah kajian konstruktivisme, dan gender. Untuk melihat bagaimana seorang waria (transgender)mengekspresikan dirinya terhadap gaya hidup urban Jakarta dan menjadi sebuah negosiasi identitas, untuk menjawab paradigma konstruktivisme teori konstruksi sosial (Berger dan Luckmann) melalui proses coming out twaria (transgender) yang ada di dalam organisasi Forum Komunikasi Waria Indonesia.
Paradigma penelitian yang digunakan dalam hal ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Fenomenologi berusaha memahami budaya lewat pandangan pemilik budaya atau pelakunya. Pendekatan ini lebih menekankan rasionalisme dan realitas budaya yang ada. Hal ini menitik beratkan pandangan warga setempat atau masyarakat sekitar organisasi Forum Komunikasi Waria Indonesia berada. Yang ditekankan dalam fenomenologis ialah aspek-aspek yang berasal dari perilaku-perilaku waria organisasi Forum Komunikasi Waria Indonesia.
Hasil Penelitian ini waria (Transgender) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Waria Indonesia memiliki identitasnya sendiri. Mereka mengekspresikan diri sebagai identitas kaum liyan. Tetapi di sisi yang lain identitas mereka sering kali tidak diakui oleh masyarakat, Seringnya terjadi negosiasi identitas pada keberadaan waria disebabkan oleh masyarakat yang menganggap waria sebagai patologis sosial. Bagi masyarakat, yang ada hanyalah orientasi seksual lelaki dan perempuan dan tidak ada gender ketiga. Telah terjadi proses dialektika terhadap kaum waria. Proses dialektika ini terjadi melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi.
Kata Kunci: Waria (Transgender), Gaya Hidup, Coming Out, Konstruksi, Negosiasi Identitas
Ketersediaan
| T028 | 028 NIS g TESIS | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
--
|
|---|---|
| No. Panggil |
028 NIS g TESIS
|
| Penerbit | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta., 1440 H/2018 M |
| Deskripsi Fisik |
xiii, 211 hlm,; 26 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
--
|
| Klasifikasi |
028
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






