Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Representasi Identitas Diri Transgender Dalam Film Bulu Mata
ABSTRAK
Yuandita Lestari
REPRESENTASI IDENTITAS DIRI TRANSGENDER DALAM FILM
BULU MATA
Perfilman pada saat ini semakin berkembang dengan sudut pandang
berdasarkan isu yang kontroversial di masyarakat, salah satunya adalah isu LGBT
(Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Fenomena tersebut banyak mengundang
sikap pro dan kontra. Film Bulu Mata menceritakan tentang sekelompok
transgender atau waria yang berjuang agar diakui identitas dirinya di kota
Bieruen, Aceh Utara. Film Bulu Mata meraih Piala Citra di ajang Festival Film
Indonesia dengan kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik 2017.
Rumusan masalah penelitian ini adalah dan apa makna tanda yang
dimunculkan dan bagaimana identitas diri transgender direpresentasikan dalam
film Bulu Mata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui identitas diri
transgender yang direpresentasikan dan menemukan makna dari tanda yang
ditujukkan dalam film Bulu Mata.
Penelitian ini menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Pierce.
Semiotika adalah cara untuk menganalisis dan memberikan makna terhadap
lambang-lambang yang terdapat dalam sebuah gambar, pesan, dan teks. Menurut
Pierce, manusia hanya berpikir dalam tanda. Kunci dari analisa Pierce adalah
untuk melihat sebuah tanda dengan konsep relasi triadik yaitu representasement,
objek, dan interpretant.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan
kualitatif. Paradigma konstruktivis melihat berlandaskan pada ide bahwa realitas
bukanlah yang objektif, tetapi dikonstruksi melalui proses interaksi dalam
kelompok, masyarakat, dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif karena penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data yaitu potongan
adegan yang menunjukkan identitas transgender dan melakukan wawancara
dengan pihak terkait.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa identitas diri sebagai seorang
transgender dalam film Bulu Mata dapat dilihat melalui kepribadian (subjektif)
dan peran (objektif). Identitas kepribadian ditunjukkan dari tampilan dan gaya
transgender. Sedangkan identitas peran ditunjukkan dari pandangan orang lain
melihat transgender dalam film Bulu Mata seperti keluarga, teman dan masyarakat
sosial. Film ini juga menunjukkan bahwa adanya advokasi untuk para transgender.
Terlihat dari identitas diri yang ditujukan melalui kegiatan yang ditampilkan dan
tokoh yang menerima perbedaan identitas dari para transgender. Sisi advokasi ini
juga didukung dari pendapat sutradara yang berperan dalam memberikan
dukungan kepada kaum transgender untuk berani menceritakan segala problema
lewat film.
Kata kunci: film, semiotika, transgender, identitas diri
Ketersediaan
| J638 | 5475 YUA r JURN | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5475 YUA r JURN
|
| Penerbit | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta., 1440 H/2018 M |
| Deskripsi Fisik |
viii, 69 hlm,; 26 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
--
|
| Klasifikasi |
5475
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






