Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisis Semiotik Sosial Pemberitaan Mahar Politik Dari La Nyalla Kepada Prabowo Subianto Di Program IndonesiaLawyers Club TV One
ABSTRAK
Dede Uswatun Hasanah. ANALISIS SEMIOTIK SOSIAL PEMBERITAAN
MAHAR POLITIK DARI LA NYALLA KEPADA PRABOWO SUBIANTO
DI PROGRAM INDONESIA LAWYERS CLUB TV ONE
Pemberitaan politikus La Nyalla dan Prabowo menjadi perhatian publik
dan media massa mengenai permintaan uang yang diduga mengarah pada adanya
praktek mahar politik. Dalam hal ini, salah satu media televisi yang memberitakan
kasus La Nyalla dan Prabowo adalah Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One. ILC
tayang perdana di TV One pada tahun 2010 setelah berganti nama dari Jakarta
Lawyers Club.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penelitian ini memunculkan
pertanyaan mayor dan minor. Adapun pertanyaan mayornya adalah Bagaimana
analisis Semiotik Sosial pada pemberitaan mahar politik di ILC? Kemudian,
pertanyaan minor adalah bagaimana ILC TV One mengkonstruksikan
pemberitaan mahar politik yang terjadi antara La Nyalla Luhut Mattaliti dan
Prabowo Subianto dilihat dari segi medan wacana, pelibat wacana, dan sarana
wacana?
Penelitian yang digunakan adalah paradigma konstruktivis dengan
pendekatan kualitatif. Kemudian peneliti menggunakan metode penelitian
Semiotik Sosial M.A.K. Halliday dalam memaknai teks sebuah berita dan
menelaah sistem tanda berupa bahasa yang dihasilkan oleh manusia.
Dari data yang dikaji melalui Semiotik Sosial M.A.K. Halliday, diperoleh
data, yaitu: medan wacana di sini menggambarkan situasi apa yang diwacanakan
oleh ILC mengenai kasus mahar politik La Nyalla dan Prabowo. Pelibat wacana
pada berita tersebut dilihat dari siapa saja yang dicantumkan pada teks tersebut.
Selain itu, bagaimana peranan dan kedudukan narasumber itu digambarkan pada
teks berita tersebut. Sarana wacana menggambarkan bagaimana ILC
menggunakan gaya bahasa dalam penulisan naskah berita La Nyalla dan Prabowo.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pembahasan di talkshow ILC
berkaitan berita mahar politik lebih menekankan kepada kasus mahar politik dan
sistem Pilkada langsung. Kemudian, pemilihan narasumber yang dilibatkan tidak
sembarangan, untuk itu ILC dalam mencantumkan kutipan terlihat berkualitas
karena narasumber yang diangkat sebagai kutipan sesuai dengan bidangnya.
Bahasa yang digunakan pada pemberitaan ini menunjukkan bahwa sikap ILC
kontra terhadap mahar politik La Nyalla. ILC juga menunjukkan sikap
mendukung adanya perubahan terhadap sistem Pilkada.
Kata kunci: Mahar Politik, La Nyalla, Prabowo, Semiotik Sosial
Ketersediaan
| J636 | 5474 DED a JURN | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (Skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5474 DED a JURN
|
| Penerbit | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta., 1440 H/2018 M |
| Deskripsi Fisik |
x, 95 hlm,; 26 cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
--
|
| Klasifikasi |
5474
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






