No image available for this title

Text

Analisis Wacana Kritis Kesetaraan Gender Pada Akun Instagram Women’s March Indonesia 2018



ABSTRAK
Wafa
11140510000008
Analisis Wacana Kritis Kesetaraan Gender dalam Akun Instagram Women’s March Indonesia pada 2018”
Media sosial bukanlah hal yang tabu bagi masyarakat generasi milenial. Tidak jarang media sosial digunakan untuk menggiring opini atau mengenalkan sebuah ideologi. Media sosial mempunyai pengaruh besar dalam beberapa gerakan, salah satunya adalah gerakan Women’s March. Gerakan ini pertama kali digelar di Amerika Serikat pada tahun 2017, sebelum akhirnya diselenggrakan di Indonesia pada tahun yang sama. Isu-isu yang diangkat adalah isu mengenai perempuan, kelompok minoritas serta berbagai permasalahannya. Pada tahun 2018 Women’s March Indonesia kembali diselenggrakan dengan mengusung tema kekerasan berbasis gender.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana teks, praktik wacana dan praktik sosial budaya mengenai kesetaraan gender diwacanakan pada akun Instagram Women’s March Indonesia 2018? Bagaimana perbandingan wacana kesetaraan gender dalam akun Instagram Women’s March Indonesia dengan konsep gender dalam Islam?
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan model deskriptif. Metode penelitian digunakan adalah Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough. Fairclough membagi analisis wacana menjadi tiga dimensi, yaitu analisis teks, analisis praktik kewacanaan dan analisis praktik sosial budaya.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan konsep gender dan manifestasi ketidakadilannya menurut Mansour Fakih. Manifestasi ketidakadilan gender menurut Mansour Fakih adalah terjadinya marginalisasi terhadap perempuan, subordinasi, pelabelan negatif atau stereotip, kekerasan berdasarkan gender dan ketimpangan beban kerja.
Hasil dari peneltian yang dilakukan menunjukkan bahwa dalam memproduksi teksnya, Women’s March Indonesia bekerjasama dengan organisasi dan kelompok yang berkaitan dengan isu
ii
perempuan dan kelompok rentan lainnya. Tema kekerasan berbasis gender yang diusung pada tahun 2018 berdasarkan keadaan sosial masyarakat di Indonesia yang rawan terjadi kekerasan. Hal ini diperkuat dengan adanya rencana pengesahan RKHUP yang dinilai mengandung pasal-pasal bermasalah dan merugikan kaum perempuan dan kelompok-kelompok minoritas. Terjadinya kekerasan terhadap perempuan menjadi salah satu akibat dari suburnya budaya patriarki di Indonesia.
Islam merupakan agama yang membawa kedamaian. Nabi Muhammad datang mengangkat derajat kaum perempuan. Islam tidak memandang laki-laki atau perempuan ketika memerintahkan untuk mencari ilmu. Islam juga tidak memandang laki-laki atau perempuan ketika memberi tugas sebagai khalifah fil ardh kepada manusia.
Kata kunci: Gender, Analisis, Kekerasan, Perempuan dan Women’s March


Ketersediaan

K18885439 WAF aPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (SKRIPSI)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5439 WAF a
Penerbit Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat Jakarta.,
Deskripsi Fisik
x, 118 hlm,; 26 Cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5439
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya