Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Strategi Komunikasi Interpersonal Guru Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islam Pada Anak Autisme Di Sekolah Khusus Al Ihsan 01 Tangerang Selatan
ABSTRAK
Hikmawati
Strategi Komunikasi Interpersonal Guru dalam Menanamkan Nilai-Nilai Islam pada Anak Autismedi Sekolah KhususAl Ihsan 01 Tangerang Selatan
Dalam rangka mencapai pendidikan, Islam mengupayakan pembinaan sempurna seluruh potensi manusia secara spiritual yang dapat dibangun dengan menanamkan nilai-nilai Islam. Sekolah Khusus Al Ihsan memberi pelayanan dan proses pendidikan dalam bingkai keagamaan. Namun, guru seringkali mengalami kesulitan berkomunikasi dengan para siswa autisme yang memiliki gangguan utama yaitu interaksi, komunikasi, dan perilaku.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka muncul pertanyaan, bagaimana strategi komunikasi interpersonal guru dalam menanamkan nilai-nilai Islam pada anak penyandang autisme? Apa saja faktor keberhasilan guru? Apa saja hambatan guru dalam menanamkan nilai-nila? Bagaimana guru mengatasi hambatan komunikasi interpersonal?
Teori yang digunakan adalah teori self disclosure yang diperkenalkan oleh Sidney Marshall Jourard, yaitu mengungkapkan lebih banyak reaksi yang dihadapi serta memberi informasi yang berguna tentang diri ke orang lain. Teori simbolis interaksionisme yang diperkenalkan oleh George Herbert Mead dan Blumer, tentang upaya interaksi dengan memberi makna tertentu dan orang tersebut mampu memahami dan menerima makna tersebut. Dan teori Strategi Komunikasi Interpersonal Gerald Miller (strategi wortel terayun, pedang tergantung, katalisator, kembar siam, dan dunia peri).
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Dengan observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi foto dan mengkaji berbagai literatur yang sesuai. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivisme.
Hasil penelitian yaitu menggunakan komunikasi non verbal, mengingatkan dan mengarahkan siswa, menggunakan media, memberi contoh tindakan, perlakuan khusus, pembiasaan, serta tegas. Faktor keberhasilan yaituguru yang kreatif, adanya sarana penunjang, sabar, serta kerjasama antara pihak sekolah, orang tua, masyarakat. Hambatannya ialah siswa autis memiliki kemampuan komunikasi yang kurang, mudah marah dan susah diajak komunikasi, memiliki mood yang mudah berubah dan susah dipahami omongannya, sering asyik dengan dunianya sendiri, suka menyerang, dan mencari perhatian. Cara mengatasinya dengan sabar, meluruskan dan mengarahkan lebih baik, memberi ruang ke siswa, menyesuaikan kondisi, tegas, dan berani menghentikan siswa.
Kata kunci: Strategi Komunikasi Interpersonal, Autisme, Menanamkan Nilai-Nilai Islam, Guru, Sekolah Khusus Al Ihsan.
Ketersediaan
| K1871 | 5409 HIK s KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (SKRIPSI) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5409 HIK s KPI
|
| Penerbit | Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Jakarta : Ciputat, Jakarta., 1440 H/2018 M |
| Deskripsi Fisik |
xii, 117 hlm,; 26 Cm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5409
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






