No image available for this title

Text

Komunikasi Antarrpribadi pasangan suami istri tunanetra dalam membina keluarga harmonis:studi kasus pasangan tunanetra di yayasan raudlatul makfufin tangerang selatan



ABSTRAK

Belda Eldrit Janitra
Komunikasi Antarpribadi Pasangan Suami Istri Tunanetra dalam Membina Keluarga Harmonis (Studi Kasus Pasangan Tunanetra di Yayasan Raudlatul Makfufin Tangerang Selatan)
Komunikasi antarpribadi pasangan suami istri sangatlah penting. Hal ini dikarenakan semua keputusan dalam rumah tangga harus dikomunikasikan bersama. Mulai dari pelaksaanaan hak dan kewajiban suami istri hingga pengasuhan anak. Begitu pula yang terjadi pada keluarga pasangan suami istri tunanetra. Komunikasi antarpribadi menjadi kunci dalam membina keluarga harmonis. Namun, pada realitanya komunikasi antarpribadi pasangan tunanetra berbeda dengan pasangan suami istri pada umumnya. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka muncul pertanyaan, pertama, bagaimana bentuk komunikasi antarpribadi pasangan suami istri tunanetra di Yayasan Raudlatul Makfufin dalam membina keluarga harmonis? Kedua, bagaimana cara pasangan suami istri tunanetra di Yayasan Raudlatul Makfufin mengatasi hambatan komunikasi antarpribadi dalam membina keluarga harmonis? Ketiga, apakah pasangan suami istri tunanetra mendapat stigma negatif dari masyarakat? Teori yang peneliti gunakan antara lain adalah teori penetrasi sosial oleh Irwin Altman dan Dalmas Taylor yang mengungkapkan bahwa, komunikasi adalah hal penting dalam mengembangkan dan memelihara hubungan antarpribadi. Teori lainnya adalah teori self disclosure yang diperkenalkan oleh Sidney Marshall Jourard. Self disclosure berarti pengungkapan seseorang mengenai diri sendiri yang bersifat rahasia dan belum pernah diungkapkan kepada orang lain secara jujur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Peneliti melakukan observasi langsung, wawancara, dan mencari sumber data pendukung seperti dokumentasi foto, dan mengkaji berbagai literatur yang sesuai dengan materi penelitian. Paradigma konstruktivis digunakan dalam mengkaji penelitian ini, yakni pengetahuan yang digambarkan sebagai konsekuensi dari aktivitas dan konstruksi manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, bentuk komunikasi antarpribadi pasangan suami istri tunanetra dalam membina keluarga harmonis berupa komunikasi diadik, komunikasi non verbal, komunikasi empatik, dan komunikasi kelompok kecil. Cara pasangan tunanetra mengatasi hambatan komunikasi adalah dengan repitition dan mendengarkan aktif, identity dan mendengarkan empatik, klarifikasi dan mendengarkan objektif, serta identity dan repitition. Stigma negatif yang diterima oleh pasangan tunanetra dapat mereka runtuhkan dengan membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka bisa hidup berumah tangga dengan cara mereka sendiri.

Kata kunci: Komunikasi Antarpribadi, Pasangan Tunanetra, Keluarga Harmonis, Yayasan Raudlatul Makfufin.


Ketersediaan

K18165334 BEL k KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (SKRIPSI)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5334 BEL k KPI
Penerbit Fak.Ilmu Dakwh Dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xi, 149 Hlm, ; 29 Cm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5334
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya