Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisis Framing Pemberitaan Polemik Penayangan kembali FILm Penumpasan Pengkhiantatn G30S/PKI Di Tirto.ID
Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI ramai diperbincangkan publik pada September 2017. Saat itu ada wacana pemutaran kembali film tersebut secara serentak. Pro kontra pun terjadi di berbagai lapisan masyarakat, mulai dari kalangan elit politik, militer, hingga masyarakat bawah. Ada yang menganggap bahwa pemutaran kembali film produksi rezim Orba tersebut penting untuk mengedukasi masyarakat soal sejarah. Di sisi lain, film itu dianggap tak layak untuk ditayangkan kembali karena memuat adegan kekerasan yang berlebihan. Kemudian cacat sejarah juga jadi alasan mengapa film G30S/PKI ditolak untuk ditayangkan kembali. Polemik pemutaran kembali Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI menjadi sorotan berbagai media massa di Indonesia, mulai dari media cetak, daring, televisi, hingga radio. Tirto.id merupakan salah satu media daring yang cukup intens menyoroti polemik ditayangkannya kembali film G30S/PKI. Tercatat ada sekitar 43 berita seputar film tersebut dalam periode September hingga Oktober 2017. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, muncul pertanyaan bagaimana framing pemberitaan Tirto.id pada polemik penayangan kembali Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI? Bagaimana Tirto.id mengkonstruksi pemberitaan polemik penayangan kembali Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI? Metodologi penelitian ini mengunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Kemudian metode yang dipakai adalah analisis framing konsep Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Model framing ini membagi ke dalam empat struktur yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Empat struktur tersebut merupakan rangkaian yang dapat menunjukkan bingkai dari suatu media. Melalui analisis framing, peneliti menemukan adanya pembingkaian yang dilakukan Tirto.id dalam memberitakan polemik penayangan kembali film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI. Tirto.id cenderung bersikap kontradiktif terhadap wacana penayangan kembali film tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari perbedaan porsi informasi dalam satu berita. Kutipan narasumber yang bersikap pro penayangan film tersebut cenderung diberi porsi lebih sedikit, sedangkan narasumber yang bersikap kontra diberi porsi lebih banyak.
Keyword: Film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI, PKI, Polemik
Ketersediaan
| J607 | 5321 KHO a JURN | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (SKRIPSI) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5321 KHO a JURN
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1439H/2018 |
| Deskripsi Fisik |
76 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5321
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






