No image available for this title

Text

Jurnalisme Advokasi dalam FILM Dokumenter Jakarta Unfair Produksi Watchdoc



Sri Mulyawati
Jurnalisme Advokasi Dalam Film Dokumenter Jakarta Unfair
Pada umumnya kita tahu bahwa pemberitaan di media massa antara lain dalam bentuk berita di koran, radio atau televisi. Namun demikian, dalam dunia jurnalis ada banyak varian kerja jurnalistik yang bekerja di luar arus utama kerja dalam hal melaporkan berita antara lain dalam bentuk film dokumenter. Dalam pembuatan film dokumenter ada kerja-kerja jurnalistik yang diterapkan. Misalnya investigasi, pengumpulan data, penulisan laporan dan termasuk di dalamnya sembilan elemen jurnalistik.
Jakarta Unfair merupakan film dokumenter yang merekam sisi terdalam kaum miskin kota yang terkena pengusuran. Menurut laporan LBH Jakarta, Pemprov Jakarta telah melakukan 113 kali penggusuran selama tahun 2015 dan 325 titik terancam digusur tahun 2016 dan setidaknya 70% penggusuran dilakukan sepihak dan tanpa solusi yang sepadan. Ketika sebagian besar media arus utama melihat peristiwa hanya dari sisi luar lokasi penggusuran, film ini justru mendokumentasikan hal-hal yang luput dari pemberitaan media massa.
Hadirnya jurnalisme advokasi melalui film dokumenter, membuat penulis tertarik untuk melihat sejauhmana penerapan jurnalisme advokasi dalam film dokumenter Jakarta Unfair. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan paradigma konstruktivis. sedangkan untuk analisis menggunakan enam unsur jurnalisme advokasi menurut Eni Setiati yaitu unsur pertama adalah titik berat berita, yang kedua adalah isu yang diangkat. Unsur ke tiga, narasumber utama, unsur ke empat, prioritas kerja dalam jurnalisme advokasi. Unsur ke lima, asas legalitas dalam peliputan. Terakhir unsur yang ke enam, harapan pasca pemuatan berita.
Berdasarkan hasil penelitian, jika dilihat fokus kerjanya Watchdoc melakukan prakatik jurnalisme advokasi. Namun dalam rangkaian kerjanya, Watchdoc kurang dalam menyuguhkan data-data dan bukti kuat hasil investigasi lapangan. Apa yang dilakukan Watchdoc dalam film Jakarta Unfair bisa dikatakan mengadvokasi orang dengan kerja-kerja jurnalis, hanya saja jauh dari idealitas jurnalisme advokasi. Karena selain membela hak rakyat, berbicara advokasi juga berarti terkait data-data otentik. Satu sisi Watchdoc juga melakukan tanggung jawab sosial kepada publik. Terlihat jelas kecenderungan karya-karya Watchdoc lebih memihak kepada rakyat yang hak-haknya terabaikan.

Kata kunci: Jurnalisme Advokasi, Watchdoc, Film Dokumenter, Jakarta Unfair


Ketersediaan

J5945250 SRI j JURNPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (SKRIPSI)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5250 SRI j JURN
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
96 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5250
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya