Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Wacana perceraian di Indonesia Pada Harian Umum Republika
Restu Mayang Tampi
NIM: 1112051100027
Wacana Perceraian di Indonesia pada Harian Umum Republika
Setiap media tidak terlepas dari sebuah kepentingan dan ideologi. Sebab media merupakan sarana yang digunakan oleh seseorang, kelompok maupun organisasi untuk merealisasikan suatu kepentingan. Media menggunakan sebuah pemberitaan yang diwacanakan guna mencapai tujuannya. Oleh sebab itu media sarat akan suatu kepentingan dibalik pemberitaannya.
Hal tersebut seperti ditujukan oleh Harian Umum Republika yang menciptakan kesadaran akan sebuah peristiwa atau isu melalui pemberitaannya mengenai kasus perceraian yang terjadi di Indonesia. Tampak bahwa Harian Umum Republika memberitakan isu perceraian di Indonesia selama lima hari berturut-turut pada tanggal 3, 4, 5, 6 dan 7 Oktober 2016. Bahkan pemberitaan isu perceraian ini ditampilkan di headline (halaman utama) Harian Umum Republika.
Berdasarkan latar belakang di atas, penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana level teks, kognisi sosial dan konteks sosial dalam pemberitaan isu perceraian di Indonesia pada Harian Umum Republika.
Paradigma kritis menekankan bahwa media dijadikan sebagai alat oleh kelompok dominan untuk mengontrol bahkan menguasai kelompok yang tidak dominan. Terlihat ada sebuah kepentingan dibalik pemberitaan isu perceraian yang diwacanakan oleh Harian Umum Republika yang dijadikan headline selama lima hari berturut-turut.
Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti menggunakan metode analisis wacana Teun A. Van Dijk. Terdapat tiga dimensi atau bangunan dalam analisis wacana Van Dijk, yaitu teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Dimensi teks digunakan untuk melihat bagaimana strategi wacana yang digunakan untuk memaknai sebuah teks. Kognisi sosial digunakan untuk melihat bagaimana sebuah teks diproduksi yang dihasilkan dari kesadaran mental wartawan. Sedangkan konteks sosial digunakan untuk melihat bagaimana sebuah teks yang diwacanakan berkembang di masyarakat. Selain dari teks yang diamati dengan menggunakan analisis wacana Van Dijk, peneliti juga melakukan wawancara dengan editor Harian Umum Republika.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Harian Umum Republika melakukan sebuah wacana pada pemberitaan isu perceraian di Indonesia. Perceraian merupakan persoalan pribadi antar suami dan istri kemudian dikonstruksi oleh Harian Umum Republika menjadi isu nasional yang berkaitan dengan perekonomian negara. Tampak ada kepentingan dibalik pemberitaan isu perceraian ini. Sebab, terlihat bahwa Harian Umum Republika sebenarnya ingin mengkritik pemerintah tentang perekonomian negara melalui isu perceraian tersebut.
Kata Kunci : Perceraian, Wacana, Harian Umum Republika
Ketersediaan
| J590 | 5276 RES w JURN | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5276 RES w JURN
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1439 H/2018 |
| Deskripsi Fisik |
115 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5276
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






