Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Trategi marketing komunikasi politik pasangan Wahidin Halim Andika Hazrumy pada pemenangan Pilkada Provinsi Banten 2017
STRATEGI MARKETING KOMUNIKASI POLITIK PASANGAN WAHIDIN HALIM - ANDIKA HAZRUMY PADA PEMENANGAN PILKADA PROVINSI BANTEN 2017.
Pada tanggal 15 Februari 2017, Provinsi Banten menyelenggarakan Pilkada secara langsung untuk memilih calon gubernur dan calon wakil gubernurnya pada periode 2017-2022. Pilkada tersebut diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu pertama, Wahidin Halim dan Andika Hazrumy, Rano Karno dan Embay Mulya Syarief. Pada akhirnya dimenangkan oleh pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy.
Kemenangan pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy menarik untuk dikaji, oleh karena itu, penulis melakukan penelitian marketing politik pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy pada pemenangan pilkada provinsi Banten 2017.
Penerapan marketing politik pasangan Wahidin Halim dan Andika Hazrumy dianalisis menggunakan teori penilaian sosial. Penyampaian pesan politik memunculkan penilaian yang pada prosesnya bersifat internal. Terdapat tiga zona sikap individu dalam melakukan interaksi sosial yaitu rentang penerimaan (latitude of acceptance), rentang penolakan (latitude of rejection) dan rentang non komitmen (latitude of non commitment). Semuanya penting dilihat metode pendekatan politiknya sebagai mana keberhasilan yang dicapai oleh pasangan ini terhadap incumbent yang memiliki popularitas yang lebih baik.
Pendekatan metodologi dalam penelitian ini termasuk kategori kualitatif dan sebagai metode penelitiannya adalah studi kasus, sedangkan sifat penelitian ini adalah deskriptif. Pengambilan data menggunakan dua cara yaitu pengambilan
data primer dan sekunder.
Setelah dilakukan penelitian hasilnya menunjukkan, pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy sebagai putra daerah, menjadi pertimbangan penerimaan (latitude of acceptance) dari masyarakat, sehingga keduanya memiliki kesempatan dalam membangun Banten melalui proses pemilihan yang berlangsung secara demokratis, rentang penolakan (latitude of rejection) terjadi karena didasari oleh kasus korupsi yang pernah menjerat gubernur Banten, yang tak lain merupakan ibu kandung dari Andika Hazrumy maka tim pemenangan harus jeli dalam melakukan positioning, branding, dan segmenting pasangan ini. Masyarakat sebagai saluran kedua dalam pembuatan kebijakan masih sering mendapati jarak dengan pemimpinnya, sehingga keadaan ini menciptakan rentang non komitmen (latitude of non commitment). Dengan kekuatan partai koalisi yang besar dan keberagaman ideologi serta pandangan menjadi mode paradigma dan strategi untuk berhadapan dengan konstituen. Kesuksesan Wahidin Halim yang pernah memimpin kota Tangerang juga mengurangi persepsi negatif dari pasangan ini. Sehingga penetrasi sosial dapat dilakukan berdasar pada karakter masyarakat.
Kata kunci: Pilkada Banten, Marketing Politik, Strategi, Masyarakat, Partai, Positioning, Branding, Segmenting, Citra, Penilaian Sosial.
Ketersediaan
| k1808 | 5225 DED s KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5225 DED s KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1439 H/2018 |
| Deskripsi Fisik |
109 hlm,
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5225
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






