Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Efektivitas bimbingan pada remaja berkebutuhan khusus tunadaksa dalam proses terbentuknya penerimaan diri
Siti Nur Afriyanti, NIM. 1112052000024, Efektivitas Bimbingan Pada Remaja
Berkebutuhan Khusus Tunadaksa Dalam Proses Terbentuknya Penerimaan
Diri”, di bawah Bimbingan Artiarini Puspita Arwan, M.Psi.
Manusia adalah makhluk sosial. Ia senantiasa memerlukan bantuan orang
lain. Bimbingan mengandung makna memberikan bantuan atau pertolongan.
Sekalipun bimbingan ini merupakan pertolongan, namun tidak semua pertolongan
dapat disebut sebagai bimbingan. Bimbingan dimaksudkan supaya individu atau
kelompok dapat mencapai kesejahteraan hidup. Remaja tunadaksa pada dasarnya
sama seperti remaja pada umumnya, mereka mengalami perubahan fisik, psikis,
dan juga pematangan fungsi seksualnya. Namun demikian keterbatasan fisik dan
psikis yang dimiliki remaja ini membuat mereka membutuhkan bimbingan dan
penyuluhan dari orang-orang terdekat mereka.
Dalam proses bimbingan dan penyuluhan yang diberikan oleh orangtua,
keluarga, dan masyarakat sekitar yang paling sering dilakukan adalah proses
dukungan. Proses bimbingan dan penyuluhan ialah usaha untuk mencapai tujuan.
Tujuan ini tidak lain ialah perubahan pada remaja tunadaksa baik dalam bentuk
pandangan, sikap, keterampilan dan sebagainya, yang lebih memungkinkan
remaja dapat menerima dirinya, mengambil keputusan dan mengarahkan dirinya
sendiri, serta pada akhirnya mewujudkan dirinya sendiri secara maksimal.
Penelitian ini ingin melihat bagaimana efektivitas bimbingan pada remaja
berkebutuhan khusus tuna daksa dalam proses terbentuknya penerimaan diri.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan
desain deskriptif. Penentuan sumber data atau informan menggunakan metode
Non-Probability Sampling, yaitu Purposive Sampling. Informan atau sumber data
ditentukan dengan kriteria yang dibuat oleh peneliti menyesuaikan pada tujuan
penelitian. Adapun informan dalam penelitian ini adalah dua orang remaja
berkebutuhan khusus yang memiliki kelainan khusus tunadaksa.
Dari hasil observasi dan wawancara, efektivitas bimbingan yang didapat
oleh remaja tunadaksa mendukung proses penerimaan diri mereka, namun itu
kembali pada individu itu sendiri. Kedua narasumber mendapatkan bimbingan dan
penyuluhan yang cukup dari orang-orang sekitar, namun salah satu narasumber
lebih dapat menerima keadaannya dibanding narasumber lainnya. Komunikasi
yang baik yang terjalin antara orangtua dan maysarakat dengan remaja tunadaksa
dapat mempengaruhi penerimaan diri yang terjadi. Karena para remaja yang
memiliki kebutuhan khusus ini memiliki sifat yang lebih perasa, mereka lebih
sensitif dan peka, saat orang lain berusaha memberikan bimbingan berupa
informasi atau bantuan lain, namun terkadang mereka menggap itu sindiran dan
membuat mereka menjadi lebih menutup diri dan tidak menerima dirinya.
Kata Kunci : Efektivitas Bimbingan, Penerimaan Diri, Remaja Tunadaksa
Ketersediaan
| B347 | 5219 SIT e BPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5219 SIT e BPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1439 H/2018 |
| Deskripsi Fisik |
130 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5219
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






