No image available for this title

Text

Akulturasi islam dengan budaya jawa pada tradisi sekaten di keraton kesultanan ngayogyakarta hadiningrat



Nursolehah; NIM: 11140510000002; Akulturasi Islam Dengan Budaya
Jawa Pada Tradisi Sekaten di Keraton Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
Islam merupakan agama rahmatan lil alamin artinya agama yang
membawa keberkahan. Islam masuk ke Indonesia dengan cara damai. Salah satu
daerah yang menjadi daerah penyebaran Islam adalah wilayah Mataram.
Perjanjian Giyanti menyebabkan pembagian kerajaan Mataram menjadi
Kesuhunan Surakarta dan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebagai
sebuah kesultanan, Islam merupakan agama resmi kerajaan. Proses Islamisasi ini
tentunya tidak lepas dari peran para wali sebagai mubaligh. Proses ini juga
dilakukan melalui banyak cara salah satunya dengan kesenian dan kebiasaan
masyarakat yaitu menggunakan sekati atau gamelan yang saat itu sangat digemari.
Sekati ini lah yang kemudian dikenal dengan Sekaten. Selain itu, Sekaten juga
diartikan Syahadatain atau dua kalimat syahadat yang merupakan salah satu
syarat masuk Islam. Namun, sekaten kini tidak lagi dilakukan sebagai sarana
Islamisasi, tetapi sebagai sarana hiburan dan ekonomi. Dalam hal ini terjadi
beberapa pergeseran makna. Bahkan kini banyak sekali masyarakat yang tidak
mengetahui apa makna sekaten yang sebenarnya.
Berdasarkan konteks diatas, maka pertanyaan mayornya adalah bagaimana
akulturasi Islam dengan budaya Jawa pada tradisi Sekaten di Keraton Kesultanan
Ngayogyakarta Hadiningrat?
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Akulturasi, teori
Ekslusivisme dan Inklusivisme, juga teori perubahan sosial. Teori-teori tersebut
mewakili setiap pembahasan yang ada dalam penelitian ini. yaitu tentang
akulturasi; pembauran Islam dengan budaya Jawa; ekslusivisme dan inklusivisme
;bagaimana suatu budaya bersifat terbuka atau tertutup dalam menerima
kebudayaan baru; Juga tentang perubahan sosial yang menyebabkan pergeseran
makna sekaten dahulu dan kini.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan pendekatan
deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan berdasarkan pada: pertama, Field
Research, atau observasi lapangan; Kedua, studi literatur atau kepustakaan; ketiga
wawancara mendalam dengan pihak-pihak terkait dalam tradisi sekaten; keempat,
mencari informasi melalui media baik media cetak maupun media elektronik dan
internet.
Rangkaian Sekaten dilaksanakan selama satu bulan penuh setiap bulan
Maulud. Sekaten adalah serangkaian kegiatan peringatan hari kelahiran Nabi
Muhammad SAW. Sekaten merupakan bentuk kearifan lokal yang dipadukan
dengan unsur-unsur Islam (akulturasi) yang kemudian dikemas sedemikian rupa
sehingga menjadi sarana dakwah dan proses Islamisasi. Dalam hal ini budaya
Jawa bersifat Inklusivisme karna dengan mudah menerima pembauran Islam yang
kemudian menjadi suatu kebudayaan baru. Seiring berkembangnya ilmu
pengetahuan dan perubahan sosial, sekaten masa kini tidak lagi diartikan sebagai
proses Islamisasi, namun dimanfaatkan sebagai sarana kebudayaan, sarana
hiburan, juga sarana ekonomi. Hal tersebut tentu memberikan dampak positif juga
negatif bagi pemaknaan sekaten, baik untuk pemerintah ataupun masyarakat
Yogyakarta.
Kata kunci: Islam, Sekaten, Yogyakarta, Islamisasi, Kebudayaan


Ketersediaan

K17985221 NUR a KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5221 NUR a KPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
79 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5221
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya