No image available for this title

Text

Representasi halalFood dalam drama Lunch Rox di Youtube



Siti Muna Nafisah
NIM: 11140510000172
Representasi Halal Food dalam Drama Lunch Box di Youtube
Fenomena “Gelombang Korea” dianggap cukup berhasil menyaingi Hollywood dan Bollywood dalam melebarkan sayap budayanya ke dunia internasional. Selain musik dan film, drama Korea juga merupakan salah satu media yang turut andil dalam penyebarkan budaya Korea ke seluruh dunia salah satunya di Indonesia. Pada tahun 2015, keluarlah drama web berjudul Lunch Box yang ditayangkan di Youtube pada akun K-Food Fair 2015. Keunggulan dari drama Lunch Box ini adalah mengambil tema yang memiliki unsur keislaman yaitu tentang makanan halal dengan latar negara Korea yang minoritas Muslim. Drama Korea pada umumnya jarang mengangkat tema cerita yang memiliki nilai keislaman berbeda dengan drama Lunch Box ini berupaya mengangkat tema keislaman yaitu dari aspek makanan halal, mulai dari proses pemilihan bahannya, pembuatanya, hingga penyajiannya sesuai syariat Islam.
Berdasarkan konteks diatas, maka pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana makna denotasi, makna konotasi dan makna mitos tentang Halal Food yang terdapat dalam drama Lunch Box?
Metodologi penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif, dengan alasan karena peneliti berusaha menuturkan dan menafsirkan lebih mendalam tentang Representasi Halal Food dalam Drama Lunch Box. Subjek pada penelitian ini adalah Drama Lunch Box dan Objek pada penelitian ini adalah adegan yang merepresentasikan Halal Food dalam Drama Lunch Box. Teknik pengumpulan datanya dengan cara dokumentasi, observasi, dan wawancara. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis semiotik Roland Barthes.
Penelitian ini menggunakan teori representasi dan konsep analisis semiotika Roland Barthes. Ia mengembangkan semiotik menjadi denotasi, konotasi, dan mitos. Roland Barthes menggunakan istilah denotasi dan konotasi untuk menunjukan tingkatan-tingkatan makna. Pada signifikasi tahap kedua yang berhubungan dengan isi, tanda bekerja melalui mitos (myth). Representasi dapat didefinisikan lebih jelasnya sebagai penggunaan tanda (gambar, bunyi, dan lain-lain) untuk menghubungkan, menggambarkan, memotret, atau memproduksi apa yang dilihat, dindra, dibayangkan, atau dirasakan dalam bentuk fisik tertentu.
Hasil penelitian ini menunjukan tanda yang muncul dari adegan dalam drama ini. Peneliti menemukan sebelas tanda yang merepresentasikan dan memiliki makna denotasi, konotasi dan mitos tentang makanan halal secara langsung maupun tidak langsung. Makna denotasi berupa penjabaran adegan yang berkaitan dengan makanan halal. Makna konotasi menjelaskan bagaimana makanan halal digambarkan dan dimaknai dalam tiap adegan. Dan mitosnya menjelaskan mengenai makna yang dipercaya merepresentasikan makanan halal dalam adegannya, seperti makanan yang mengandung bahan-bahan yang halal, bersih, segar, dan berkualitas, juga terhidar dari bahan-bahan yang diharamkan yang ketentuannya terdapat pada katalog di HalalKorea.org. Selain itu harus bersertifikasi halal KMF(Korea Muslim Federation).
Kata kunci: Drama, Makanan Halal, Representasi, Lunch Box, Korea


Ketersediaan

K17975227 SIT r KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5227 SIT r KPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
114 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5227
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya