Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Makna toleransi dalam lagu kuning karya efek Rumah kaca
Rifqi Masruri
NIM: 1112051000095
Makna Toleransi Dalam Lagu Kuning Karya Efek Rumah Kaca (Analisis
Semiotik Roland Barthes)
Seiring perkembangan zaman, musik tak hanya digunakan sebagai media
hiburan, namun juga digunakan sebagai media penyampai pesan. Melalui lirik dan
nada, pencipta lagu mampu menyalurkan pikiran dan perasaannya dalam sebuah
lagu. Efek Rumah Kaca adalah salah satu band yang sering menyisipkan kritik
atau pesan moral dalam setiap lirik dalam lagu yang mereka ciptakan. Seperti
dalam lagu kuning, yang memiliki makna serupa tentang kritik dan gambaran
bagaimana kehidupan di Indonesia yang memiliki keberagaman budaya dan juga
agama. Karena di dalam lirik lagu tersebut memiliki makna tentang nilai-nilai
toleransi keberagaman budaya di Indonesia. Dalam lagu tersebut juga terdapat
kritik tentang kondisi masyarakat Indonesia yang sering merasa benar, atau sering
berlaku intoleran. Demikian pula terdapat pesan toleransi tentang keberagaman
sebagai sebuah keniscayaan dari sang pencipta, yang mana dalam makna tersebut
digunakan dalam rangka membangun kerukunan hidup antar umat beragama.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka pertanyaan mayornya yaitu
bagaimana makna toleransi secara denotasi dan konotasi dalam lagu Kuning?
Kemudian pertanyaan minornya adalah mitos apa yang terkandung dalam lagu
Kuning?
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni analisis semiotika
Roland Barthes. Semiotika adalah ilmu yang mengkaji tanda-tanda dalam
kehidupan manusia. Semiotika Roland Barthes menggunakan signifikansi dua
tahap untuk mencari makna denotasi dan konotasi. Barthes menyebut signifikansi
tahap pertama dengan sebutan denotasi, atau mana paling nyata dalam lirik lagu.
Kemudian dalam signifikansi tahap kedua, Barthes menggunakan istilah konotasi
sebagai tempat ideologi yang berhubungan dengan mitos.
Menurut Roland Barthes, aktivitas penandaan tidak hanya berhenti pada
makna denotasi (makna sebenarnya), namun bisa berkembang ke tahap konotasi.
Konotasi adalah makna baru yang diberikan oleh pemakai tanda sesuai dengan
keinginan, latar belakang pengetahuannya, atau konvensi baru yang ada dalam
masyarakatnya. Sejarah pemakaian suatu kata, sangat berpengaruh terhadap
munculnya makna dalam konotasi. Bila konotasi menetap lama dalam
masyarakat, maka besar kemungkinan bisa menjadi mitos. Mitos yang dimaksud
di sini adalah bagaimana kebudayaan menjelaskan atau memahami beberapa
aspek tentang realitas (Sobur, 2012:128). Mitos, lanjut Sobur, adalah produk kelas
sosial yang sudah mempunyai suatu dominasi.
Setelah mengetahui makna yang terkandung dalam lirik lagu Kuning,
maka kesimpulannya adalah keseluruhan bait dalam lirik lagu Kuning yang
menjadi objek penelitian ini sarat akan pesan-pesan sosial dan agama, baik yang
berhubungan dengan masalah di masyarakat maupun problema yang terjadi dan
menerpa kehidupan masyarakat hingga membuat banyak pihak lupa tentang
pentingnya toleransi dalam sebuah negara yang memiliki keberagaman budaya.
Kata kunci: Lirik Lagu Kuning, Toleransi, Semiotika Roland Barthes.
Ketersediaan
| K1794 | 5233 RIF m KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5233 RIF m KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1439 H/2018 |
| Deskripsi Fisik |
110 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5233
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






