Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Konstruksi Makna Perempuan muslimimah dalam FILM istri paruh waktu
Nur Halimah (1113051000170)
Konstruksi Makna Perempuan Muslimah Dalam Film Istri Paruh Waktu
Film merupakan salah satu alat media massa yang digunakan untuk
menyampaikan informasi yang dinilai cukup efektif dalam menyampaikan pesan,
dibandingkan dengan media komunikasi lainnya. Dalam media komunikasi massa
terutama film mempunyai peran untuk menyebarkan atau memberikan opini
masyarakat tentang perempuan. Perempuan terkadang digambarkan pada posisi
yang bias gender bahwa banyak terdapat peran-peran perempuan dalam konteks
itu di masyarakat selalu timpang. Dalam menjelaskan film hal ini penting untuk
melihat sejauh mana sebenernya film sebagai media komunikasi massa
mengkonstruksi perempuan.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka terdapat rumusan masalah. Adapun
rumusan masalahnya yaitu Bagaimana Makna Perempuan Muslimah
Dikonstruksikan Dalam Film Istri Paruh Waktu? Jika dilihat dari teks dan gambar
dalam film berdasarkan pandangan konstruktivis.
Untuk menjawab pertanyaan penelitian, peneliti menggunakan teori
konstruksi tentang perempuan, film, feminisme, narasi dan semiotika. Bagaimana
komunikasi massa dalam sebuah film masih dijadikan sebuah alat oleh kelompok
ideologis patriakis, untuk membangun tempat pemikiran yang timpang tentang
perempuan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma
konstruktivis. Metode yang digunakan peneliti adalah analisis naratif struktural
aktansial model Greimas dan semiotika Roland Barthes. Untuk mengidentifikasi
tokoh dalam cerita melalui analisis struktural aktansial dan melengkapi data
tentang temuan dari makna yang ditampilkan dalam film.
Dalam analisis naratif Greimas menunjukan secara jelas tokoh dalam film.
Tokoh protagonis dalam film di perankan oleh sosok Fira dan tokoh antagonis
dalam cerita film di kategorikan sebagai sosok Rifa. Dilihat dari makna semiotika
menunjukan seorang perempuan muslimah yang ingin menyempurnakan
keimanannya dengan berjuang dan rela berkorban untuk menjadi perempuan
dengan ketaatan (iman) yang sempurna. Selain itu dalam cerita film menguraikan
pemahaman bahwa seorang perempuan mempunyai peran dan tanggung jawab
yang harus di utamakan yaitu mengabdi kepada suami dan bertanggungjawab di
bidang domestik. Jika dilihat dari perspektif feminisme, seorang perempuan pun
mempunyai kesempatan yang sama dengan lelaki untuk melakukan pekerjaan
yang sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. Adapun dalam menjalankan
peran di bidang domestik perlu adanya kerja sama untuk saling membantu satu
sama lain antara suami dan istri agar tercipta relasi gender yang seimbang.
Kata kunci: Konstruksi, Perempuan, Film, Feminisme, Naratif, Semiotika
Ketersediaan
| K1785 | 5213 NUR k KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (SKRISI) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5213 NUR k KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1439 H/2018 M |
| Deskripsi Fisik |
88 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5213
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






