No image available for this title

Text

Peran rehabilitasi berbasis masyarakat (RBM) cirebon dalam mengurangi perilaku agresif residen korban penyalahgunaan Napza melalui Konseling Keluarga



Taufiq, NIM: 1113052000016, Peran Rehabilitasi Berbasis Masyarakat
(RBM) Cirebon dalam Mengurangi Perilaku Agresif Residen Korban
Penyalahgunaan NAPZA Melalui Konseling Keluarga, di bawah Bimbingan
Nasichah, MA. NIP: 19671126 199603 2 001
Penyalahgunaan NAPZA di Indonesia merupakan masalah yang kompleks
dan tidak bisa di tuntaskan oleh pemerintah semata melainkan butuh penanganan
semua lapisan masyarakat. Di suatu sisi, NAPZA yang sangat berguna bagi dunia
kesehatan (kedokteran, farmasi) tapi di sisi lain dapat mengancam kelangsungan
hidup manusia, terutama generasi muda di masa depan. Dampak dari kecanduan
NAPZA meliputi aspek fisik, mental, psikis dan sosial. Dampak fisik yang
diakibatkan dari kecanduan NAPZA fisik lemah seperti otak, jantung, dan paruparu.
Damapak psikis seperti emosional terganggu (mudah tersinggung), gelisah,
depresi, agresif. Dampak sosial yang di rasakan menurunnya kualitas sumberdaya
manusia, gangguan dalam berinteraksi dengan lingkungan sosial dan ancaman
bahaya hancurnya kehidupan keluarga.
Penelitian ini menjawab rumusan masalah yakni bagaimana proses
Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Cirebon dan bagaimana peran
Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) Cirebon dalam mengurangi perilaku
agresif melalui konseling keluarga. Adapun teori yang di gunakan teori Peran
menurut Soerjono Sukanto dalam bukunya Sosioligi Suatu Pengantar bahwa
Peran dapat dikatakan sebagai perilaku individu yang penting bagi strukrur sosial
masyarakat. Sedangkan Konseling keluarga menggunakan teorinya Sofyan S
Willis dalam bukunya Konseling Keluarga (Family counseling) bahwa Konseling
Keluarga adalah upaya bantuan yang di berikan kepada individu anggota keluarga
melalui sistem keluarga (Pembenahan komunikasi keluarga) agar potensinya
berkembang seoptimal mungkin dan masalahnya dapat di atasi dasar kemauan
membantu dari semua anggota keluarga berdasarkan kerelaan dan kecintaan
terhadap keluarga.
Metode penelitian menggunaka pendekatan kualitatif, dengan jenis
deskrptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah enam orang, tiga orang
konselor dan tiga orang residen. Teknik pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dokumentasi.
Hasil penelitian di temukan bahwa proses konseling keluarga yang di
lakukan di lembaga ini ada 3 (tiga) tahap yaitu: Pertama, menajalin hubungaan
baik antara konselor, residen, dan keluarga. Kedua, terjadinya eksplorasi kondisi
residen, identifikasi masalah dan penyebabnya, penetapan alternative pemecahan.
Ketiga, memberikan kesimpulan dan mengevaluasi proses konseling keluarga.
Adapun peran konseling keluarga ada 3 (tiga) yaitu: Pertama peran preventif
merupakan upaya pencegahan melalui seminar, sosialisasi. Kedua, peran kuratif
merupakan upaya menolong, mengobati sesuatu hal yang telah terjadi dan Ketiga,
peran represif merupakan upaya menekan atau menahan.
Kata Kunci: Konseling Keluarga, Prilaku Agresif, Residen Penyalahgunaan
NAPZA.


Ketersediaan

B3455214 TAU p BPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (SKRISI)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5214 TAU p BPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
88 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5214
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya