No image available for this title

Text

Analisis perkembangan kemandirian pada anak autis di sekolah khusus putra-putri Mandiri Ciputat



Ratna Yuningsih, (113052000008), Analisis Perkembangan Kemandirian
Pada Anak Autis Di Sekolah Putra-Putri Mandiri Ciputat, dibawah
Bimbingan Artiarini Puspita Arwan, M.Psi
Anak penyandang autisme memiliki beberapa hambatan diantaranya
gangguan sosial (Interaksi Sosial), komunikasi, perilaku, emosi, dan pola
bermain. Autisme dapat terlihat pada anak, sebelum atau sesudah usia 2-3
tahun. Oleh karena itu dalam penanganan anak autis, salah satu hal yang
dipentingkan adalah pendukung kemandirian anak autis melalui pelatihan
ADL (Activity Daily Living). Penelitian ini akan melakukan analisis terhadap
perkembangan kemandirian pada anak autis di Sekolah Khusus Putra-Putri
Mandiri Ciputat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun informan dalam penelitian ini
berjumlah lima orang terdiri dari tiga orang tua anak autis, satu orang kepala
sekolah dan satu staff guru pembimbing autis. Berikut tiga subjek penyandang
autisme untuk analisis dengan karakteristik yang berbeda, diantaranya pada
usia, berat dan ringannya autis, hubungan emosional, komunikasi, serta
perilaku anak autis.
Penelitian dilakukan dengan beberapa langkah diantaranya
menggunakan Reduksi Data (data reduction), yaitu sebagai proses pemilihan,
pemusatan, perhatian pada penyederhanaan transformasi data “kasar” yang
muncul dari catatan-catatan lapangan, kemudian menggunakan teknik Paparan
Data (data display), yaitu akan memudahkan peneliti untuk memahami apa
yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah
dipahami tersebut. Lalu yang terakhir menggunakan teknik Penarikan
Kesimpulan dan Verifikasi (conclusion drawing/verifying), yaitu Penarikan
kesimpulan.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, tahapan-tahapan
perkembangan kemandirian pada autis adanya keterlambatan perkembangan,
dapat dilihat mulai usia 0-3 tahun. Anak belum mampu melakukan interaksi
dan aktivitas dengan baik seperti sulitnya untuk mengembangkan senyum,
tidak memiliki feed back ketika melakukan interaksi, terlambat berjalan,
makan, minum, toilet training, sering mengamuk dan lain sebagainya.
Gangguan perkembangan kemandirian, dari ketiga autis memiliki gangguan
perkembangan yang berbeda namun, ada beberapa sangat terlihat diantaranya:
interaksi sosial, gangguan komunikasi, perilaku yang berulang, dan emosi.
Namun hal tersebut dapat teratasi dengan adanya pelatihan kemandirian atau
ADL (Activity Daily Living) secara terus menerus. Faktor-faktor
perkembangan kemandirian yang sangat berpengaruh bagi perkembangan
anak yakni pengaruh hereditas (keturunan dan pembawaan keluarga), pola
asuh orang tua, pengaruh lingkungan sekolah, masyarakat, serta keluarga.
Kata Kunci : Perkembangan, Kemandirian, Autis.


Ketersediaan

B3445202 RAT a BPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5202 RAT a BPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
78 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5202
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya