No image available for this title

Text

Analisis wacana Feminisme pada Naskah FILMNay Karya Djenar Maesa Ayu



Rizky Aulia Rosman
ANALISIS WACANA FEMINISME PADA NASKAH FILM “NAY’
KARYA DJENAR MAESA AYU
Film “NAY” karya Djenar Maesa Ayu merupakan film indie yang memiliki
banyak penghargaan di dunia film. Naskah film ini menarik untuk diteliti karena
mengangkat permasalahan kehidupan perempuan yang tentu saja di dalamnya
terdapat masukan ideologi dan konstruksi yang dibuat oleh penulis skenario
tersebut. Film ini juga telah mendapatkan banyak penghargaan di dunia
perfilman.
Berdasarkan konteks diatas, maka pertanyaan mayornya adalah, bagaimana
wacana feminisme pada naskah film NAY karya Djenar Maesa Ayu? Bagaimana
wacana seputar hak-hak perempuan, dominasi laki-laki terhadap perempuan, dan
kekerasan terhadap perempuan dikontruksi dalam naskah film NAY dilihat dari
level teks (struktur makro, suprastruktur, struktur mikro), level kognisi sosial, dan
level konteks sosial?
Teori analisis wacana yang dikembangkan oleh Teun A van Dijk. Analisis
wacana dimensi teks, kognisi sosial dan juga konteks sosial. Dimensi teks
merupakan susunan struktur teks yang terdapat dalam teks. Kognisi soial
merupakan pandangan, pemahaman serta kesadaran mental pembuat teks yang
membentuk teks, sedangkan konteks sosial merupakan pengetahuan mengenai
situasi yang berkembang di masyarakat yang berkenaan atas suatu wacana.
Dari model Teun A. Van Dijk, wacana feminisme naskah film NAY dapat
dilihat pada level teks (struktur makro, suprastruktur, struktur mikro), level
kognisi sosial, dan level konteks sosial.Tema besar dalam film ini adalah seputar
hak-hak perempuan, dominasi laki-laki terhadap perempuan dan kekerasan
terhadap perempuan. bahasa yang digunakan oleh pemain adalah bahsa indonesia.
Dari segi kognisi sosial Djenar Maesa Ayu selaku penulis skenario film ini
memandang persoalan perempuan dari dulu hingga saat ini erat kaitannya dengan
budaya patriarki, sehingga perempuan kehilangan hak atas tubuh, pikiran, dan
hatinya sendiri.Dari segi konteks sosial, masih adanya perbedaan hak berdasarkan
gender, laki-laki mendominasi perempuan, dan masih ada kekerasn terhadap
perempuan.
Film ini banyak mengandung wacana feminisme dalam masyarakat. Peran
institusi negara dan khususnya dalam keluarga seharusnya tidak memberikan
pendidikan dan pekerjaan berdasarkan gender.
Kata kunci: Film, Nay, feminisme, wacana, perempuan


Ketersediaan

K17775175 RIZ a KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5175 RIZ a KPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
118 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5175
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya