Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Representasi Ideologi pemberitaan aksi 212 di Eramuslim dan NU Online
Kehadiran media siber dewasa ini membuat masyarakat dalam
waktu singkat mampu menerima informasi dan berita. Dalam pandangan
kaum konstruksionis, berita yang disajikan media bukan refleksi dari
realitas melainkan hanya sebuah konstruksi dari realitas. Media
memproduksi berita dengan perspektifnya masing-masing. Satu isu yang
sama memungkinkan untuk diberitakan dengan sudut pandang berbeda
oleh dua portal. Aksi 212 yang merupakan aksi umat Islam di Indonesia
disajikan secara berbeda oleh portal Eramuslim dan NU Online.
Perbedaan cara penyajian disebabkan representasi ideologi dari kedua
portal tersebut.
Untuk mengetahui representasi ideologi dalam pemberitaan Aksi
212 di Eramuslim dan NU Online, maka diperlukan rumusan masalah.
Adapun rumusan masalahnya adalah Bagaimana representasi ideologi
dalam teks pemberitaan? Bagaimana ideologi dalam portal berita Islam?.
Representasi ideologi pemberitaan Aksi 212 dapat dilihat dari
struktur tematik, skematik, semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris.
Tematik berbicara tentang apa yang dikatakan, skematik tentang
bagaimana pendapat disusun dan dirangkai, semantik tentang makna
yang ingin ditekankan dalam teks berita, sintaksis tentang bagaimana
pendapat disampaikan, stilistik tentang pilihan kata apa yang dipakai,
dan retoris tentang bagaimana dan dengan cara apa penekanan dilakukan.
Paradigma yang digunakan dalam penelitian kali ini adalah
konstruktivis. Penelitian ini merupakan penelitian analisis teks media
dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun pisau analisisnya
adalah analisis wacana model Teun van Dijk. Van Dijk tidak hanya
meneliti perihal wacana teks yang dikonstruksikan saja tapi juga mental
dari pengarang serta menganalisis wacana yang berkembang di
masyarakat.
Hasil penelitian adalah bagaimana pemberitaan Aksi 212 dikemas
dan disajikan oleh dua portal Islam dilakukan dengan beberapa cara
antara lain: pemilihan tema, penggunaan latar, detail, maksud, pemilihan
bentuk kalimat, leksikon, dan menempatkan grafis maupun gambar
untuk mendukung wacana pemberitaan. Dari analisis wacana terhadap
kedua portal tersebut terdapat perbedaan sudut pandang dalam
menyajikan berita dan tulisan seputar aksi 212.
Dalam tataran teoretis, ideologi merupakan bagian dari proses
wacana. Struktur wacana mengespresikan ideologi secara tidak langsung
dan instan dalam model konkret. Apa yang terkandung dalam struktur
vi
tersebut mengandung bias mental yang dikendalikan secara ideologis.
Pemberitaan Aksi 212 tidak lepas dari representasi ideologi media,
apalagi agama sebagai salah satu entitas masyarakat dengan ideologi
yang mapan tidak lepas daro kepentingan media.
Pengemasan berita Aksi 212 di Eramuslim jika dilihat dari enam
struktur analisis wacana model van Dijk terlihat dari struktur tematik,
skematik, semantik, sintaksis, stilistik dan retoris menunjukkan
representasi yang mendukung serta mencitrakan Aksi 212 sebagai aksi
yang positif dan harus didukung masyarakat. Sedangkan di NU Online
jika dilihat dari enam struktur yang sama, terlihat media ini mengemas
berita dan tulisan bertolak belakang dengan apa yang disajikan portal
Islam pada umumnya. Di sinilah terjadi produksi makna dan realitas
sesuai dengan teori representasi yang merepresentasikan ideologi melalui
pemberitaan.
Kata Kunci: Representasi, Ideologi, Aksi 212, Eramuslim, NU Online,
Wacana
Ketersediaan
| T012 | 013 YUD r TESIS | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (TESIS) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
013 YUD r TESIS
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 1439 H/2018 |
| Deskripsi Fisik |
125 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
013
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






