Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisis wacana kritis kesetaraan gender dalam islam pada akun TWITTER Ustadz Felix Siauw @Felixsauw
DIRA ROHMATUN ANALISIS WACANA KRITIS KESETARAAN GENDER DALAM ISLAM PADA AKUN TWITTER USTADZ FELIX SIAUW (@FELIXSIAUW) Ustadz Felix menuliskan dakwah di akun Twitternya mengenai kesetaraan gender dalam pandangan Islam. Ia menuliskan pandangan yang berbeda mengenai kesetaraan gender dan bahkan tidak menyetujui adanya kesetaraan gender dalam Islam. Di satu sisi, kesetaraan gender ini diasumsikan sebagai hal yang penting agar perempuan tidak merasa didiskriminasi. Tentunya, Hal ini menarik perhatian penulis untuk menganalisis teks di dalamnya maupun pemahaman Ustadz Felix mengenai kesetaraan gender dalam Islam. Berdasarkan hal tersebut, maka masalah penelitian adalah bagaimanakah wacana kesetaraan gender dalam Islam dilihat dari struktur teks? Bagaimana kognisi sosial penulis dalam memahami persoalan tersebut? Konteks sosial apa yang berkembang di masyarakat mengenai kesetaraan gender dalam Islam? Untuk menganalisis penelitian ini, maka skripsi ini didasarkan pada teori analisis wacana yang dikembangkan oleh Teun A. Van Dijk. Analisis wacana dengan tiga dimensi yaitu teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Dimensi teks merupakan susunan struktur teks, baik itu kata, kalimat atau paragraf. Dimensi kognisi sosial merupakan pandangan, pemahaman serta kesadaran mental pembuat teks, sedangkan konteks sosial merupakan pengetahuan mengenai situasi yang berkembang di masyarakat berkenaan atas suatu wacana. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan sifat penelitian deskriptif. Paradigma yang digunakan adalah kritis. Subjek pada skripsi ini yaitu Ustadz Felix Siauw dan objek penelitian ini adalah tweet wacana kesetaraan gender dalam Islam yang berjudul “Liberalis dibalik RUU Kesetaraan dan Keadilan Gender” dan Why Fulltime Mother? Analisis yang digunakan ialah analisis wacana Teun A. Van Dijk. Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan analisis teks, tweet yang ditulis Ustadz Felix menjelaskan bahwa proses kesetaraan gender bukan berasal dari Islam. Dalam Islam perempuan dan laki-laki berbeda tetapi diperlakukan secara adil dan setara mendapatkan ridha Allah SWT. Secara dimensi kognisi sosial, Ustadz Felix melihat persoalan kesetaraan gender bukan sebagai solusi untuk umat Islam, karena dapat menyebabkan dampak buruk terutama bagi perempuan. Kesetaraan gender pun dinilai tidak sesuai dengan ajaran Islam. Selanjutnya dilihat pada konteks sosial, persoalan kesetaraan gender dalam Islam yang berkembang di masyarakat sejalan dengan Ustadz Felix, bahwa kesetaraan gender sebagai sesuatu yang kurang diperlukan. Karena pada dasarnya, Islam telah lebih dulu memberikan keadilan kepada perempuan dan laki-laki. Katakunci: Analisis Wacana, Perempuan, Twitter, Kesetaraan Gender, dan Islam.
Ketersediaan
| K1776 | 5119 DIR a KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5119 DIR a KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 1439 H/2017 M |
| Deskripsi Fisik |
132 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5119
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






