No image available for this title

Text

Analisis wacana upaya pencegahan aksi damai 212 kasus dugaan penistaan agama pada headline koran tempo tahun 2016



Farouq Audah, NIM: 1112051100025, Analisis Wacana Upaya Pencegahan Aksi
Damai 212 Kasus Dugaan Penistaan Agama Pada Headline Koran Tempo
Tahun 2016, Di Bawah Bimbingan Dr. Tantan Hermansah, S.Ag, M.Si
Aksi damai 212 adalah merupakan aksi lanjutan 4 November 2016 sebagai
bentuk protes umat Islam terhadap gubernur non-aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja
Purnama atau Ahok yang diduga sudah menistakan agama. Awal mula permasalahan
ini terjadi saat Ahok kunjungan kerja di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Saat di
Kepulauan seribu Ahok melakukan pidato didepan masyarakat. Pidato Ahok seketika
viral dimedia sosial karena isi pidato Ahok menyinggung surat Al-Maidah. Banyak
masyakat maupun pengamat mengkritik pernyataan Ahok dan menganggap telah
melecehkan Al-Qur’an. Pada akhirnya umat Islam merasa geram dan melakukan
protes kepada penegak hukum agar Ahok segera diproses hukum yang berlaku.
Peristiwa tersebut mendapatkan perhatian beberapa media, salah satunya Koran
Tempo.
Dengan latar belakang diatas peneliti melakukan kajian atas sikap dan
komitmen media Koran Tempo menanggapi kasus aksi damai 212. Studi ini dibangun
dengan pertanyaan (1) Bagaimana Koran Tempo mengkonstruksi wacana aksi damai
212 kasus dugaan penistaan? (2) bagaimana dimensi kognisi sosial dan konteks sosial
yang terdapat pada wacana “aksi damai 212 terhadap kasus dugaan penistaan agama”
di Koran Tempo?.
Dalam menjawab rumusan masalah tersebut, peneliti menggunakan teori
analisis wacana Teun A van Dijk. Analisis ini memiliki tiga macam dimensi: yang
pertama analisis teks. Kedua analisis kognisi Sosial dan yang ketiga analisis konteks
sosial. Sedangkan pendekatan studi ini menggunakan kualitatif dengan berlandaskan
paradigma kontruktivis. Paradigma ini memandang bahwa segala peristiwa maupun
berita yang ada tidak lahir sebagai realitas murni, namun dibalik realitas peristiwa
yang dibangun terdapat pihal-pihak tertentu yang mengkonstruksi berita.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis teks, kognisi sosial, dan konteks
sosial Koran Tempo dalam mewacanakan berita aksi damai 212 pada edisi 22, 23, 28
November, dan 3-4 Desember cukup kuat. Hal ini dapat dibuktikan dengan teks yang
terdapat upaya pencegahan, mulai dari isu indikasi makar hingga kelompok radikal
ISIS akan dompleng aksi damai 212. Pemberitaan mengenai aksi damai 212 pada
edisi atas Koran Tempo sangat struktur pemberitaannya, termasuk beberapa gambar
yang ditampilkan memperlihatkan keseriusan pemerintah hingga TNI dan Polri turun
tangan untuk menangani aksi lanjutan 212. Wacana yang dibangun ini banyak menuai
kritik dari pemerintah maupun netizen. Gebrakan yang dilakukan Koran Tempo pada
edisi 22, 23, 28 November, dan 3-4 Desember merupakan segelintir kritik dari media
melalui berita tentang permasalahan aksi damai 212 yang terjadi dipenghujung tahun
2016.
Keyword: Aksi damai, analisa wacana, teori Teun A. Van Dijk


Ketersediaan

J5825178 FAR a JURNPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5178 FAR a JURN
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
84 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5178
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya