Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Hubungan pembinaan keagamaan dengan kemampuan COPING Remaja pada lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) kelas 1 Tangerang Banten
Nely Lailatul Maghfiroh, 1112052000013, Hubungan Pembinaan Keagamaan
dengan Kemampuan Coping Remaja pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak
(LPKA) Kelas 1 Tangerang Banten, di bawah bimbingan Artiarini Puspita
Arwan, M.Psi
Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Tangerang Banten adalah
salah lembaga pemasyarakatan yang berada di bawah Direktorat Jenderal
Pemasyarakatan. Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Tangerang
merupakan lembaga pemasyarakatan yang khusus menangai anak usia remaja yang
berhadapan dengan hukum. Selama menjalani tahanan, mereka mendapatkan
pelayanan, pembinaan, dan pendidikan.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di LPKA adalah pembinaan
keagamaan. Remaja yang berhadapan dengan hukum ini perlu mendapatkan suatu
pembinaan khusus terutama pembinaan keagamaan yang dilakukan secara intensif.
Melalui kegiatan pembinaan keagamaan yang intensif, diharapkan remaja memiliki
kemampuan mengelola stres; dan kemampuan pemecahan masalah. Istiqomah
Wibowo dk. dalam bukunya Psikologi Komunitas menyebutkan bahwa mekanisme
yang digunakan individu untuk menghadapi dan mengatasi masalah disebut dengan
coping. Remaja yang memiliki kemampuan coping yang baik, diharapkan dapat
memilih cara untuk penyelesaian masalah sesuai dengan ketentuan dan petunjuk
agama sehingga remaja tidak melakukan tindakan kriminal kembali yang melanggar
aturan, norma, terlebih pada norma agama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pembinaan keagamaan
dengan kemampuan coping remaja pada Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA)
Kelas 1 Tangerang Banten. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis korelasional, untuk mengetahui
kekuatan/arah hubungan variabel pembinaan keagamaan dengan kemampuan coping.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 47 orang remaja dengan menggunakan teknik
purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah uji koefisien korelasi.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan kuat antara variabel
pembinaan keagamaan dengan kemampuan coping dari remaja di LPKA yang
ditunjukkan dengan hasil korelasi sebesar 0,770 yang didukung oleh beberapa hal,
yaitu (1) aspek Problem Focused Coping (Y1) yang berhubungan nyata positif
dengan pembinaan keagamaan yaitu cukup berarti atau sedang dengan nilai korelasi
sebesar 0,633. (2) emotion focused coping (Y2) yaitu cukup berarti atau sedang
dengan nilai korelasi sebesar 0,642. Dan hubungan antara variabel pembinaan
keagamaan dengan religius focused coping (Y3) yaitu cukup berarti atau sedang
dengan nilai korelasi sebesar 0,508. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pembinaan
keagamaan dengan kemampuan coping memiliki hubungan yang kuat.
Kata Kunci: Pembinaan Keagamaan, kemampuan Coping, Remaja.
Ketersediaan
| B339 | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5183 NEL h BPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 1439 H/2018 |
| Deskripsi Fisik |
111 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5183
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






