Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisis Naratif perlawanan terhadap reklamasi di kampung nelayan dalam FILM dokumenter Rayuan pulau palsu karya Watch Doc
Nama : ARDIANSYAH FADLI
Judul Skripsi : ANALISIS NARATIF PERLAWANAN TERHADAP
REKLAMASI DI KAMPUNG NELAYAN DALAM FILM DOKUMENTER
RAYUAN PULAU PALSU KARYA WATCH DOC
Film dokumenter Rayuan Pulau Palsu karya Watchdoc dibuat untuk
merespon permasalahan sosial yang terjadi di Kampung Nelayan Muara Angke.
Reklamasi ternyata menjadi momok yang menakutkan untuk masyarakat nelayan
karena reklamasi membawa dampak yang negatif untuk mereka. Pidato
Kemenangan Presiden Joko Widodo di Pelabuhan Sunda Kelapa berisikan
keberpihakannya terhadap rakyat kecil khususnya nelayan dan menekankan
pentingnya laut dan maritim sehingga Jokowi mengatakan diakhir pidatonya
“Jalasveva Jayamahe” (dilaut kita jaya). Tetapi apa yang diungkapkan tidak
seperti yang diarasakan oleh masyarakat Kampung Nelayan Muara Angke. Kasus
reklamasi jutru telah banyak menyeret sejumlah politisi dan pengusaha sebagai
tersangka korupsi ke lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana alur awal, alur tengah dan alur
akhir film dokumenter Rayuan Pulau Palsu Karya Watchdoc? Apa saja sifat-sifat
berlawanan (oposisi biner) yang terdapat dalam film dokumenter Rayuan Pulau
Palsu karya Watchdoc?
Narasi yang diterapkan oleh Tzevan Todorov adalah membagi objek
penelitian pada tiga alur. Alur awal, alur tengah, dan alur akhir. Adapun Narasi
Claude Levi Strauss ialah menemukan Oposisi Biner dalam sebuah narasi. Dalam
hal ini adalah berupa film dokumenter Rayuan Pulau Palsu. (Eriyanti, 2013).
Metode penelitian dalam penulisan skripsi ini menggunakan metodologi
kualitatif dengan analisis naratif Tzvetan Todorov dan Claude Levi Strauss.
Kemudian sumber data yang diperoleh melalui wawancara dengan pihak rumah
produksi pembuat film dokumenter Rayuan Pulau Palsu.selain itu, melakukan
tinjauan pustaka dari literatur yang berkaitan dengan bahasan dan juga
dokumentasi berupa pencarian berita dan informasi di internet.
Hasil penelitian adegan-adegan di alur awal menunjukkan adanya prolog,
pengenalan tokoh utama yaitu Ilyas (nelayan) dan Saefuddin (nelayan). Pada alur
tengah konflik mulai muncul, beberapa diantaranya adalah perlawanan
masyarakat nelayan terhadap reklamasi berupa demonstrasi di gedung PTUN dan
DPRD DKI Jakarta dan dialog beberapa tokoh masyarakat dengan anggota DPRD
DKI Jakarta. pada alur akhir, adegan-adegan berisikan klarifikasi, muncul
anthithesis, dan mengambil klimaks konflik berupa segel Pualu Reklamasi yang
ditandai juga dengan kemenangan nelayan dalam sidang gugatan di PTUN.
Adapun beberapa oposisi biner yang dapat ditemukan baik secara sintagmatik dan
paradigmatik adalah sebagai berikut : Kaya – Miskin, Untung – Rugi, Bohong –
Jujur, inkonstitusi – Konstitusi.
Ketersediaan
| K1769 | 5106 ARD a KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5106 ARD a KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 2017 |
| Deskripsi Fisik |
117 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5106
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






