Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Strategi komunikasi Quran call program pembibitan penghafal (PPPA) Daarul Quran dalam Tahfizul Quran
Muhammad Arif Fathurrahman
Strategi Komunikasi Qur’an Call Program Pembibitan Penghafal Al-Qur’an
(PPPA) Daarul Qur’an dalam Tahfidzul Qur’an
Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam yang mengandung pesan sosial
dan spirit keberagamaan. Al-Qur’an adalah kitab suci yang merupakan
penyempurnaan dari kitab-kitab yang diturunkan oleh Allah sebelumnya.
Kewajiban umat Islam adalah menaruh perhatian terhadap Al-Qur’an dengan
membacanya, menghafalnya, maupun menafsirkannya. Allah SWT telah
menjanjikan bagi para pelestari kitabNya berupa pahala, dinaikkan derajatnya, dan
diberi kemenangan di dunia dan di akhirat. Tetapi, banyak umat Islam di
Indonesia yang masih kesulitan untuk menghafal Al-Qur’an. berdasarkan
pernyataan ini Qur’an Call hadir untuk membantu masyarakat menghafal Al-
Qur’an.
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam
penelitian ini sebagai berikut: bagaimana strategi komunikasi program Qur’an
Call PPPA Daarul Qur’an dalam tahfidzul qur’an? Metode apa yang digunakan
Qur’an Call dalam tahfidzul qur’an? Dan apa faktor pendukung, penghambat dan
solusi Qur’an Call dalam tahfidzul qur’an?
Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada teori Hafied
Cangara bahwa strategi komunikasi meliputi lima tahap yaitu: penelitian,
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pelaporan. Onong Uchjana Effendy
mengatakan bahwa stategi komunikasi merupakan paduan dari perencanaan
komunikasi dengan menajemen komunikasi untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan. Dalam ilmu menejemen, strategi terdiri dari tiga tahap, yaitu:
perumusan, implementasi dan evaluasi. Ketiga tahapan ini memiliki kesamaan
makna dengan lima tahapan yang dijabarkan oleh Hafied Cangara.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif
kualitatif. Yaitu metode penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa katakata,
gambar dan buku-buku. Paradigma penelitian yang digunakan ialah
paradigma konstruktivis yang memandang realitas kehidupan sosial bukanlah
realitas yang natural, tetapi terbentuk dari hasil konstruksi melalui proses interaksi
dalam kelompok, masyarakat dan budaya.
Hasil penelitian ini menampilkan bahwa Qur’an Call dalam metode
tahfidzul qur’an berdasarkan lima tahapan. Pertama, tahap penelitian dimana
Qur’an Call melihat langsung ke lapangan untuk mengetahui minat masyarakat
terhadap menghafal Al-Qur’an. Kedua, tahap perumusan, Qur’an Call melakukan
perumusan strategi berdasarkan temuan dilapangan. Ketiga, tahap pelaksanaan,
menjalankan strategi yang sudah dirumuskan yang berbentuk dalam programprogram
belajar baca al-qur’an, tajwid, tahsin, dan tahfidz. Terakhir evaluasi dan
pelaporan. Pelaporan dilakukan kepada PPPA Daarul Qur’an selaku induk dari
Qur’an Call dan dilakukan rutin setiap bulannya. Metode yang digunakan Qur’an
Call dalam tahfidzul qur’an ada dua yaitu metode thariqah wahdah dan thariqah
sima’i. Lalu menjabarkan faktor-faktor yang mendukung dan menghambat proses
tahfidzul qur’an, serta memberikan solusi untuk Qur’an Call kedepannya.
Kata kunci: Strategi, Komunikasi, Qur’an Call, Tahfidz, Al-Qur’an
Ketersediaan
| K1765 | 5169 MUH s KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5169 MUH s KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 1439 H/2018 |
| Deskripsi Fisik |
88 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5169
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






