Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisis Semiotika Ketidakadilan Gender Dalam FILM Dangal Karya Amir Khan Production
ABSTRAK
Yulia Nur Shofiani (1113051000129)
Analisis Semiotika Ketidakadilan Gender Dalam Film Dangal Karya Amir
Khan Production
Sebagai media yang menampilkan realitas kehidupan yang nyata, film
mencoba meyakinkan penonton dengan persoalan yang ada di masyarakat. Salah
satu persoalan yang menjadi pedebatan berbagai kalangan adalah ketimpangan
gender. Film Dangal yang rilis pada 23 Desember 2016 ini menggambarkan
ketimpangan gender yang diterima oleh Mahavir dan kedua anak perempuannya
karena bergulat. Film Bollywood ini berbeda dengan film Bollywood lainnya,
pasalnya film-film Bollywood lain yang diketahui masyarakat mengedepankan
cerita cinta, nyanyian dan tarian, sedangkan film Dangal menampilkan cerita yang
menarik, dan penuh dengan makna didalamnya.
Berdasarkan latar belakang di atas, pertanyaan dalam penelitian ini adalah
bagaimana makna denotasi ketidakadilan gender yang terkandung dalam film
Dangal? Bagaimana makna konotasi ketidakadilan gender yang terkandung dalam
film Dangal? Bagaimana makna mitos ketidakadilan gender yang terkandung dalam
film Dangal?
Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivisme dimana bahasa tidak
lagi hanya dilihat sebagai alat untuk memahami realitas. Pendekatan penelitian
yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan sifat
penelitian deskriptif. Sedangkan metode yang digunakan adalah analisis semiotika
Roland Barthes. Teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi yaitu
berupa pengamatan dan pencatatan dengan cara menonton dan mengamati dialog
kemudian mencatat dan menganalisanya. Penulis juga melakukan teknik
dokumentasi sebagai pelengkap yang didapat dari buku-buku mengenai
ketidakadilan gender dan juga dari internet. Selain itu peneliti menelaah dari video,
grafik, arsip, teks atau gambar dari film Dangal.
Penelitian ini menggunakan teori ketidakadilan gender Mansour Fakih dan
konsep semiotika Roland Barthes. Menurut Mansour Fakih ketidakadilan gender
ada 5 yaitu marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan dan beban kerja. Bartes
menjelaskan signifikasi tahap pertama hubungan penanda dan petanda yang disebut
dengan denotasi, kemudian konotasi adalah istilah untuk menunjukkan signifikasi
tahap kedua, pada signifikasi tahap kedua yang berhubungan dengan isi, tanda
bekerja melaluli mitos.
Hasil penulisan mengacu kepada ketidakadilan gender yang disampaikan
melalui tokoh-tokoh pemeran dalam sebuah dialog, perilaku, karakter dan kejadian
dalam film Dangal. Penulis menemukan bahwa film ini menggambarkan
ketidakadilan gender dalam bentuk marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan.
Marginalisasi digambarkan dalam hal keyakinan pada tafsir agama dan birokrasi
pemerintahan. Subordinasi, dalam hal kedudukan laki-laki lebih tinggi untuk
meneruskan cita-cita dibandingkan perempuan, kepentingan anggaran dana untuk
atlet laki-laki dibandingkan atlet perempuan. Stereotipe, dalam hal perempuan
makhluk yang lemah, perempuan hanya pantas mengerjakan pekerjaan rumah
tangga, penampilan perempuan. Kekerasan, dalam hal kekerasan psikis berupa
ejekan.
Kata Kunci: Semiotika, Ketidakadilan Gender, Film, Dangal
Ketersediaan
| K1749 | 5123 YUL a KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5123 YUL a KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1439 H/2018 |
| Deskripsi Fisik |
88 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5123
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






