No image available for this title

Text

Evaluasi Dampak Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) Melalui Pola Bedah Kampung Di Kota Payakumbuh Provisi Sumatra Barat Tahun 2013



Diva Dwi Syam Praditia
Evaluasi Dampak Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni
(RS-RTLH) di Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat Tahun 2013
Rumah merupakan kebutuhan dasar manusia yang memiliki fungsi sangat
strategis, baik ekonomi, sosial, budaya dan psikologis sangat besar arti bagi
individu dan keluarga. Untuk menunjang fungsi rumah sebagai tempat tinggal
yang layak, maka harus dipenuhi syarat fisik yaitu aman sebagai tempat
berlindung, memenuhi rasa kenyamanan, dan secara sosial dapat menjaga privasi
setiap anggota keluarga. Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni
(RS-RTLH) melalui pola Bedah Kampung adalah upaya Pemerintah mengatasi
kemiskinan melalui kegiatan rehabilitasi atau perbaikan rumah dengan partisipasi
aktif masyarakat dan menjunjung nilai-nilai kesetiakawanan dan gotong-royong
sehingga tercipta rumah yang layak sebagai tempat tinggal dan meningkatnya
kemampuan keluarga miskin dalam melaksanakan fungsi sosialnya yang
terkonsentrasi di satu lokasi atau wilayah kampung.
Sampel dari penelitian ini adalah keluarga miskin penerima bantuan Program
Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH)yang tinggal di
Kecamatan Payakumbuh Utara dan Kecamatan Lamposi Tigo Nagari yang
berjumlah 71 Kepala Keluarga dari Populasi 250 Kepala Keluarga. Metode yang
digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Teknik pengumpulan data melalui kuisioner, wawancara, dan observasi.
Penelitian ini menggunakan model logika program dalam mengevaluasi program
Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) di Kota Payakumbuh.
Hasil dari penelitian ini adalah terkait dengan manfaat atau dampak yang
diharapkan Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS-RTLH) di
Kota Payakumbuh, yaitu mewujudkan rumah layak huni dan meningkatkan
kualitas hidup. Dalam mendapatkan dampak mewujudkan rumah layak huni,
ditelaah dengan 3 dimensi diperoleh hasil cukup baik dengan persentase 57,32%.
Selanjutnya dalam mendapatkan dampak meningkatkan kualitas hidup, ditelaah
dengan 8 dimensi diperoleh hasil cukup baik dengan persentase 60,17%. Faktorfaktor
yang mendukung keberhasilan pelaksanaan program adalah adanya
partisipasi dari sumber dana luar (stakeholder) dan kegotong-royongan setiap
anggota penerima program. Faktor yang menghambatnya adalah faktor cuaca
yang menyulitkan untuk melaksanakan perbaikan rumah.
Kata kunci : rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni, model logika program


Ketersediaan

J5605081 DIV e KESSOSPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5081 DIV e KESSOS
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
106 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5081
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya