Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Interaksi Simbolik Masyarakat Adat Urung Dalam Tradisi Muharram Di Kampung Adat Urung Bogor
WAHYUDIN
Interaksi Simbolik Masyarakat Adat Urug dalam Tradisi Muharram di
Kampung Adat Urug Bogor.
Penelitian ini berupaya untuk mengetahui bagaimana masyarakat memaknai
tradisi Muharram dari segi interaksi simbolik dengan metode etnografi. Masyarakat,
komunikasi, dan budaya merupakan unsur-unsur yang tida dapat dipisahkan. Tradisi
Muharram sendiri kegiatan menyambut tahun baru Islam, namun masyarakat adat
Urug memiliki tradisi sendiri dalam merayakannya. Apalagi di Kampung Adat
tersebut memiliki kasepuhan yang memiliki peran dalam kegiatan Muharram. Tradisi
Muharram sendiri sudah berlangsung dari generasi ke generasi. Masyarakat pun
masih antusias dalam merayakannya di tengah modernisasi sekarang ini.
Dari penjelasan di atas, maka penulis memunculkan pertanyaan, sebagai objek
pembahasan skripsi ini, bagaimana interaksi simbolik antara masyarakat adat Urug
dengan Tradisi Muharram? Bagaimana situasi komunikasi, peristiwa komunikasi, dan
tindakan komunikasi masyarakat dengan tradisi Muharram?
Teori yang penulis gunakan adalah teori interaksi simbolik yang dikemukakan
oleh George Herbert Blumer yang melanjutkan pemikiran dari George Herbert Mead.
Teori ini menjelaskan bahwa manusia bertindak berdasarkan makna yang ada pada
“sesuatu” itu bagi mereka, hal tersebut muncul dari interaksi sosial lalu sebuah
penafsiran, makna itu disempurnakan ketika proses interaksi sosial berlangsung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berdasarkan pada subjek
perspektif subjektif. Subjek di sini memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana
individu atau kelompok menciptakan sesuatu, menerjemahkan, dan mengolah makna
serta pentingnya interaksi sosial sebagai awal dari realitas sosial.
Hasil penelitian yang penulis dapatkan dari wawancara mendalam, observasi
non partisipan, dan pengumpulan data yang diperoleh mengenai aktivitas komunikasi
antara masyarakat adat Urug dengan tradisi Muharram adalah masyarakat memiliki
ikatan yang kuat, terbukti sifat gotong-royong dan kekerabatan menjadi faktor utama
berjalan baiknya tradisi Muharram. Selain itu, perayaan Muharram menjadi kegiatan
di mana masyarakat dapat meminta do’a agar hajatnya terkabul serta kegiatan
memohon keselamatan dan kesuburan selama satu ke depan dengan perantara
kasepuhan. Sebagian masyarakat pun percaya, apabila melanggar aturan adat maka
akan kena sanksi atau kuwalat.
Keywords: interaksi, komunikasi, Muharram, tradisi, masyarakat.
Ketersediaan
| K1736 | 5083 WAH i KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5083 WAH i KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1439 H/2017 M |
| Deskripsi Fisik |
73 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5083
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






