Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Pengaruh Bimbingan Agama Terhadap Tingkat Resiliensi Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIA Cipinang
Lembaga Pemasyarakatan atau yang lebih di kenal dengan singkatan lapas,
adalah tempat melaksanakannya pembinaan Narapidana dan Anak Didik
Pemasyarakatan. Sebagaimana diatur pada Pasal 1 angka 3 UU No. 12 Tahun
1995, fungsi LAPAS pada saat ini tidak lagi sekedar menjadi tempat untuk
menghukum orang-orang yang melanggar hukum. Lembaga Pemasyarakatan juga
berfungsi sebagai tempat pembinaan, dan tempat rehabilitas. Penghuni Lembaga
Pemasyarakatan bisa narapidana (napi) atau Warga Binaan Pemasyarakatan
(WBP) bisa juga yang statusnya masih tahanan, maksudnya orang tersebut masih
berada dalam proses peradilan dan belum di tentukan bersalah atau tidak oleh
hakim.
Kegiatan-kegiatan di Lapas beranekaragam, salah satu kegiatannya adalah
bimbingan agama. Tujuan kegiatan bimbingan agama adalah untuk mendekatkan
diri kepada sang Pencipta, menyadarkan warga binaan akan kesalahannya agar
tidak mengulangi kesalahannya kembali, dan meningkatkan kemampuan individu
untuk mengatasi dan beradaptasi terhadap kejadian yang berat atau masalah yang
terjadi dalam kehidupan. Bertahan dalam keadaan tertekan, dan bahkan
berhadapan dengan kesengsaraan serta menjadi insan yang lebih baik lagi.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan agama
terhadap tingkat resiliensi warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika klas
II A Cipinang Jakarta Timur. Metodologi penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kuantitatif dengan jenis survei, untuk mengetahui pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen, sampel dalam penelitian ini berjumlah 85
warga binaan dengan menggunakan sampling purposive. Analisis data
menggunakan uji regresi linier sederhana, uji regresi linier berganda, uji koefisien
korelasi dan determinasi, uji F-test dan Uji T-test.
Hasil penelitian ini menemukan: (1) terdapat pengaruh signifikan antara
variabel bimbingan agama dan variabel resiliensi warga binaan lapas narkotika
cipinang, dengan F-test nilai signifikasinya sebesar (0,000b) atau kurang dari 0,05.
(2) faktor dominan yang mempengaruhi bimbingan agama terhadap tingkat
resiliensi adalah aspek Psikomotorik dengan nilai Thitung > Ttabel yaitu 3,350>1,988.
Aspek Kognitif dengan nilai Thitung > Ttabel yaitu 2,892>1,988. Aspek afektif
dengan nilai Thitung > Ttabel yaitu 0,548
Ketersediaan
| B332 | 5067 NOV p BPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5067 NOV p BPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
106 hlm,
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5067
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






