No image available for this title

Text

Analisis Wacana Tentang Jodoh Dalam Novel Jodoh Karya Fad Pahdepie



Novel jodoh merupakan novel kelima karya Fahd Pahdepie. Novel yang
terbit pada Desember 2015 ini sukses mendapatkan penjualan mencapai 40.000
pada cetakan ketujuhnya. Novel ini selain menceritakan kisah Sena dan Keara,
juga memuat pemahaman jodoh yang begitu kental. Pemahaman tersebut
dituangkan oleh penulis Fahd Pahdepie melalui cerita Sena yang begitu lama
mencintai Keara. Cerita pada novel ini, mengajak pembaca untuk menjemput,
mengusahakan, dan mengupayakan jodoh yang sudah Allah takdirkan.
Berdasarkan latar belakang diatas, timbul pertanyaan bagaimana wacana
tentang jodoh yang dikemas Fahd Pahdepie dalam novel Jodoh, jika dilihat dari
segi analisis teks, analisis kognisi sosial, dan analisis konteks sosial?
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan
paradigma kritis. Kemudian metode penelitian yang digunakan adalah analisis
wacana Teun A. Van Dijk. Analisis wacana Van Dijk melihat wacana tidak hanya
melalui observasi teks, tetapi juga melalui kognisi dan konteks sosial. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan Fahd
Pahdepie.
Analisis wacana teksTeun Van Dijk terdiri dari tiga struktur tingkatan.
Tingkatan strukturnya ialah: pertama struktur makro merupakan makna
global/umum dari suatu teks yang dapat diamati dengan melihat topik atau tema
yang dikedepankan dalam suatu berita. Kedua, superstuktur merupakan struktur
wacana yang berhubungan dengan kerangka suatu teks, bagaimana bagian-bagian
teks tersusun ke dalam berita secara utuh. Ketiga, struktur mikro adalah makna
wacana yang dapat diamati dari bagian kecil suatu teks yakni kata, kalimat,
proposisi, anak kalimat, paraphrase, dan gambar.
Analisis wacana tentang jodoh juga dilihat melalui sudut pandang Islam dan
komunikasi antarbudaya. Dalam sudut pandang Islam, terdapat proses atau
tahapan yang dilewati dalam mendapatkan jodoh yaitu cleansing, upgrading, dan
selecting. Sedangkan dalam komunikasi antarbudaya, pemaknaan jodoh
dipengaruhi oleh tiga unsur yaitu sistem kepercayaan, sistem nilai, dan sistem
sikap.
Maka kesimpulan penelitian ini berdasarkan hasil analisis teks ialah terdapat
dalam lima chaptermasing-masing ialah chapter ke-29 yang berjudul Berjodoh,
chapter ke-30 yang berjudul Penantian, chapter ke-32 yang berjudul Pilihan,
chapter ke-37 yang berjudul Yang Fana Adalah Waktu, dan chaper ke-38 yang
berjudul Awal Cerita Bahagia. Kemudian temuan pada analisis kognisi sosial yang
diteliti menggunakan skema Van Dijk ialah pengarang memiliki pandangan
mengenai jodoh berdasarkan peristiwa yang terjadi kepada orang-orang
disekitarnya bahwa jodoh bukanlah ditunggu melainkan harus diupayakan dan
diusahakan. Terakhir temuan dari analisis konteks sosial bahwa pada masyarakat
Indonesia saat ini sebelum memantapkan pilihan mengenai jodohnya, setiap
individu melewati proses pengenalan pribadi yang lebih dikenal dengan pacaran.


Ketersediaan

K17265060 FAR a KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5060 FAR a KPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
70 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5060
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya