No image available for this title

Text

Penguatan ModalSoaial Dalam Program Pelatihan Ketrampilan Untuk Anak Berhadapan Dengan Hukum (ABI) Di Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Handayani Bambu Apus Jakarta Timur



Faktor lingkungan keluarga dan lingkungan sosial adalah salah satu penyebab dari penyimpangan sosial yang terjadi di kalangan remaja. Remaja bisa menjadi remaja yang nakal karena faktor lingkungan keluarga yang salah mendidik, orang tua yang tidak perhatian kepada anaknya, orang tua yang bercerai, hingga orang tua yang tidak mengajarkan pendidikan agama terhadap anaknya. Selain itu dukungan faktor lingkungan yang sifatnya negatif juga menjadi salah satu alasan mengapa remaja berbuat kenakalan. Kenakalan remaja bila dibiarkan akan mengacu pada tindakan kriminalitas seperti pencurian, pelecehan seksual, tawuran dan lain sebagainya. Oleh karena itu harus ada tindakan dari pihak berwajib terhadap remaja yang berbuat penyimpangan, seperti tindak pidana untuk anak. Batas usia pertanggungjawaban pidana anak ditentukan antara usia 8-18 tahun. Anak yang sudah berurusan dengan ranah hukum dan pengadilan bisa disebut juga Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) dan Panti Sosial Marsudi Putra (PSMP) Handayani adalah lembaga yang menerima anak yang memiliki vonis pidana (ABH). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai penguatan modal sosial dalam program pelatihan keterampilan untuk Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) di PSMP Handayani Bambu Apus Jakarta Timur. Penelitian ini dijelaskan dalam metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi mendalam mengenai kegiatan pelatihan keterampilan las, otomotif, dan pendingin di PSMP Handayani. Kegiatan pelatihan keterampilan ini adalah salah satu penunjang keberfungsian anak menjadi normal. Dengan adanya kegiatan pelatihan keterampilan, ABH menjadi memiliki keahlian di bidang keterampilan. Selain keahlian mereka juga diajarkan mengenai kedisiplinan, dan kejujuran yang bertujuan untuk merubah sikap anak menjadi lebih baik. Modal sosial telah berperan dalam proses pelatihan keterampilan di PSMP Handayani. Terlihat bagaimana norma berupa aturan bekerja dalam membuat ABH menjadi patuh dan mau mengikuti apa yang diajarkan oleh para instruktur program. Dari sebuah kepatuhan timbulah sebuah kepercayaan antara ABH dengan instruktur begitupun sebaliknya, dan dari kepercayaan tersebut timbulah sebuah jaringan yang menjadi kerjasama antara instruktur dengan ABH, maupun antara sesama ABH. Jaringan kerjasama tersebut membuat sebuah kegiatan pelatihan keterampilan berjalan dengan baik. Dalam hal ini penguatan modal sosial dalam program pelatihan keterampilan sangat berdampak positif dalam merubah sikap ABH menjadi lebih baik dan membuat ABH memiliki kehalian yang berguna bagi masa depan mereka.


Ketersediaan

P3635011 ADI p PMIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5011 ADI p PMI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
111 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5011
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya