No image available for this title

Text

Keberagamaan Masyarakat Flores Modern :studi semiotika makna esai foto jurnalistik karya ngswan berjudul flores revistited pada pameran jakarta biennale 2015



Keberagamaan merupakan proses representasi dari setiap individu masyarakat dalam berkeyakinan terhadap agama yang dianutnya. Baik langsung dan tidak langsung perilaku individu dalam beragama dibentuk oleh tatanan masyarakatnya. Yakni tidak saja tatanan masyarakat yang “natural” berlangsung dari generasi ke generasi, tetapi juga hasil percampuran dengan kebudayaan asing yang terintergrasi dengan kultur keberagamaan lokal.
Melalui media fotografi, jurnalis foto Ng Swan Ti dari PannaFoto Institute berhasil mendokumentasikan ritual keagamaan hari raya paskah agama Katolik yang dilakukan masyarakat Flores tahun 2015. Karya ini berhasil masuk dalam pameran berskala Internasional yaitu Jakarta Biennale 2015 “Maju Kena Mundur Kena: bertindak sekarang”.
Representasi keberagamaan masyarakat Flores dalam dokumentasi esai foto tersebut menurut hemat penulis penting dikaji. Pertama, foto secara detail dan luas menggambarkan konteks objek yang didokumentasikan Tetapi foto tidak selamanya objektif dalam menggambarkan realita faktual karena terbatas pada pose-pose tertentu. Kedua, karena itu, penting mendapatkan keseluruhan objek foto yang didokumentasikan dalam esai foto agar dapat dinarasikan gambaran keberagamaan masyarakat Flores sehingga secara faktual merepresentasikan realitas yang sesungguhnya.
Pada penelitian ini penulis menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif. Sementara metode penelitian yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes. Semiotika model Roland Barthes memiliki tiga tahapan dalam memaknai sebuah foto, yaitu tahapan denotasi, konotasi serta mitos.
Setelah melakukan pengkajian melalui analisis semiotika model Roland Barthes terhadap foto Flores Revisited karya Ng Swan Ti, Penulis menemukan ciri keberagamaan masyarakat modern yang terintegrasi dengan budaya lokal modern karena agama Katolik masuk ke Flores pada abad ke-16. Dalam ritual keagamaannya agama Katolik menggunakan ornament seperti lilin, patung, confetti, bunga dan seterusnya. Hal tersebut menjadi kebudayaan baru bagi masyarakat Flores. Lalu penulis juga melihat adanya evolusi keberagamaan di Flores dalam waktu yang cukup lama.
Kata Kunci: Fotografi, Semiotika, Keberagamaan, Masyarakat Modern, Flores


Ketersediaan

J5364939 ARD k JURNPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4939 ARD k JURN
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
137 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4939
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya