No image available for this title

Text

Analisis Framing Pemberitaan Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Dalam Memilih Pemimpin Non Muslim Pada Pilgub DKI Jakarta 2017



Indonesia merupakan Negara bermayoritas muslim, begitu juga dengan
provinsi DKI Jakarta. Pilgub DKI Jakarta 2017 dipanaskan dengan persaingan tiga
calon gubernur yang memiliki latar belakang berbeda, salah satunya agama yang
dianut masing-masing calon. MUI mengharamkan memilih pemimpin beda
agama, namun terdapat edaran dari NU yang membolehkan memilih pemimpin
non muslim. Hal tersebut diberitakan oleh dua media online yang sama-sama
bernuansa islam, Inilah.com, dan Republika Online.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut maka peneliti melakukan
penelitian di media Inilah.com dan Republika Online. peneliti merumuskan dua
pertanyaan yakni Bagaimana tim redaksi Inilah.com dan Republika Online
mengemas pemberitaan Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama dalam memilih
pemimpin non muslim pada pilgub DKI Jakarta 2017 sesuai model Robert N.
Entman? Kemudian apa alasan media Inilah.com dan Republika Online
membingkai pemberitaan tersebut?
Dalam penelitian ini, teknik analisis data dengan menggunakan analisis
framing model Robert N. Entman yang membedah teks melalui empat unsur,
yakni definisi masalah, memperkirakan sumber masalah, membuat keputusan
moral, dan menekankan penyelesaian. Teori yang digunakan adalah teori
konstruksi sosial dari Peter L. Berger yang mengatakan bahwa teks itu adalah
hasil sebuah konstruksi penulisnya. Paradigma yang digunakan dalam penelitian
ini adalah konstruktivisme dengan pendekatan penelitian kualitatif.
Terlihat kecenderungan perbedaan dalam pemberitaan yang dikeluarkan
oleh Inilah.com dan Republika Online ada pada tahap Treatment
Recommendation. Inilah.com lebih menekankan bahwa edaran yang dikeluarkan
NU tentang memilih pemimpin non muslim tersebut adalah sebuah fatwa, dan
memposisikan NU sebagai lembaga yang memiliki toleransi tinggi. Hal tersebut
dihadirkan untuk menginformasi masyarakat bahwa NU memiliki fatwa yang
membolehkan memilih pemimpin non muslim, dan terdapat momentumnya.
Sedangkan Republika Online melihat edaran tersebut sebagai hasil muktamar
yang hanya berlaku bagi warga NU saja, memposisikan NU sebagai organisasi
yang setia pada calon pemimpin muslim, dan lebih vokal mengkritisi pemerintah
dalam hal ini Ahok sebagai gubernur petahana, karena sifat dan kebijakannya,
bukan karena perbedaan agama yang dianut. Dan menyarankan agar memilih yang
muslim, dan tidak memilih gubernur yang memiliki sifat pemarah, dan tidak
ramah, yakni Basuki Tjahja Purnama. Selain momentumnya, Republika Online
menganggap bahwa isu agama dalam kompetisi politik adalah sebuah atribusi,
jadi adalah hal yang wajar dan sah-sah saja, tidak perlu dipermasalahkan.
Kata kunci: Framing, Fatwa, NU, Pilgub, Inilah.com, dan Republika Online


Ketersediaan

K17145049 DAN a KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
5049 DAN a KPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
78 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
5049
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya