Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisis Framing Pemberitahuan Pemerintah Membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Di Harian KOmpas, Republika, Dan Media Indonesia
Gerakan politik yang dibawa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menganut
sistem khilafah dinilai bertentangan dengan Pancasila oleh pemerintah. Menurut
pemerintah sebab ideologi khilafah yang diusung HTI bertujuan mendirikan
Negara Islam dalam konteks luas, otomatis mereka meniadakan negara-bangsa.
Karena itu, pemerintah mengumumkan pencabutan status badan hukum HTI
berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2/
2017 pada 19 Juli 2017. Pembubaran HTI itu marak diberitakan media di
Indonesia hingga menjadi headline di Harian Kompas, Republika, dan Media
Indonesia. Media tersebut mempunyai bingkai berita yang berbeda tergantung
ideologi dan kepentingan.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, timbul pertanyaan mengenai
bagaimana harian Kompas, Republika, dan Media Indonesia membingkai
pemberitaan pemerintah membubarkan HTI? apa perbedaan bingkai berita
pemerintah membubarkan HTI di harian Kompas, Republika, dan Media
Indonesia?
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma
konstruktivis. Model yang digunakan untuk menganalisis teks berita adalah
analisis framing karya Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Mereka membagi
perangkat framing dalam empat skema struktur besar, masing-masing struktur
sintaksis, skrip, tematik, dan retoris.
Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruksi sosial yang
diperkenalkan oleh Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Mereka
menggambarkan proses sosial melalui tindakan dan interaksi manusia. Dalam
interaksi itu, individu menciptakan secara terus-menerus suatu realitas yang
dimiliki dan dialami bersama secara subyektif, melalui konstruksi sosial realitas
sarat dengan kepentingan. Hal itu juga dilakukan oleh media massa yang tidak
menyajikan fakta secara apa adanya karena mereka cenderung mengonstruksi
realitas.
Hasil analisis menunjukkan Kompas bersikap netral dalam membingkai
berita pembubaran HTI. Kompas menyarankan kepada pihak yang keberatan
dengan pembubaran HTI untuk menguji langkah pemerintah ke pengadilan karena
itu merupakan cara paling tepat. Sedangkan, bingkai berita Republika berpihak
pada HTI. Republika memberi peringatan kepada pemerintah agar pembubaran
ormas tidak meluas. Terakhir, Media Indonesia berpihak pada pemerintah
mengawasi HTI pascapembubaran. Karena itu, mereka memantau HTI seraya
memberi pesan agar HTI menghentikan aktivitas. Media ini mengkhawatirkan
kegiatan HTI akan mengganggu pemerintahan.
Kata kunci: Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), pembubaran HTI, khilafah,
Kompas, Republika, Media Indonesia, framing
Ketersediaan
| J533 | 5054 TIF a JURN | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
5054 TIF a JURN
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1439 H/2017 M |
| Deskripsi Fisik |
92 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
5054
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






