No image available for this title

Text

Makna Kesalehan Sosial Tokoh Prasetya Dalam Film Surga Yang Tak Dirindukan



Film memiliki kekuatan dalam memengaruhi khalayak baik dari segi positif maupun negatif. Positifnya yaitu pesan film yang disampaikan menanamkan nilai pendidikan, kebudayaan, dan kesalehan sosial. Di sisi lain, pengaruh negatifnya dapat ditiru bila pemilihan film tidak cermat. Namun, makna kesalehan sosial merupakan fokus penelitian ini.
Berdasarkan konteks di atas, tujuan dari penulisan ini adalah untuk menjawab pertanyaan mayor dan minor. Adapun pertanyaan mayornya adalah bagaimana makna kesalehan sosial tokoh Prasetya dalam film „Surga yang Tak Dirindukan?? Kemudian, minornya adalah apa denotasi makna kesalehan sosial tokoh Prasetya dalam film „Surga yang tak Dirindukan? Apa konotasi makna kesalehan sosial tokoh Prasetya dalam film ini? Apa mitos makna kesalehan sosial tokoh Prasetya dalam film ini?
Makna kesalehan sosial dalam film „Surga yang Tak Dirindukan? dapat dilihat dari segi denotasi yang disampaikan oleh tokoh Prasetya. Lalu jika dipandang dari makna konotasi penyampaian makna kesalehan sosial terdapat pada adegan-adegan dalam scene Prasetya. Kemudian dari segi mitos disampaikan sesuai dengan ajaran dan kebudayaan agama Islam.
Teori yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes yang menjelaskan makna denotasi, konotasi dan mitos. Akan tetapi, ada beberapa pemaparan dari tokoh semiotika lainnya. Penelitian ini lebih memahami pesan atau simbol yang terkandung pada perilaku, dialog, tindakan, pengambilan gambar, gerak, dan ekspresi dari tokoh Prasetya.
Metodologi penelitian yang digunakan skripsi ini adalah kualitatif melalui makna kesalehan sosial tokoh Prasetya. Dalam konteks denotasi, konotasi, dan mitos. Denotasi adalah makna yang sebenarnya. Konotasi adalah interaksi pesan atau tanda yang bertemu pada emosi pembaca. Sedangkan Mitos adalah pengodean makna dan nila-nilai sosial yang dianggap ilmiah dan budaya.
Perilaku sosial yang terdapat pada tokoh adalah suka menolong, kepedulian, tanggung jawab, dan amanah. Faktor utama yang memengaruhi Prasetya adalah habluminnanas hubungan kepada sesama manusia tanpa melupakan habluminiAllah hubungan dengan Allah. Pesan dominan mengenai kesalehan sosial tokoh Prasetya adalah menolong manusia yang sedang kesulitan.
Jadi kesalehan sosial dalam film Surga yang Tak Dirindukan menunjukkan hubungan sosial kepada manusia tanpa melupakan hubungan dengan Allah SWT.
Dalam menolong orang tak harus melihat siapa, kapan, dan di mana kita harus menolong. Tidak mengarapkan imbalan dan pamrih dalam membatu orang lain.
Kata kunci: Kesalehan sosial, film, Surga yang Tak Dirindukan, Prasetya, Roland Bathes.


Ketersediaan

K17084929 MUT m KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4929 MUT m KPI
Penerbit Fak.Ilmu Dakwh Dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
170 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4929
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya