Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Integrasi Simbolik Di Komunitas LGBT (Lesbian Gay Biseksual Transgender Suara Kita
Keberadaan kaum LGBT kian meresahkan masyarakat dengan
seringnya menunjukkan eksistensi mereka di publik lewat media sosial
hingga kampanye yang menyerukan pengakuan atas diri mereka secara
terbuka. Selain itu saat ini banyak bermunculan Komunitas-Komunitas
LGBT seperti Komunitas Suara Kita dan Komunitas Arus Pelangi.
Sebagai suatu kelompok minoritas di tengah masyarakat anggota LGBT
seringkali menggunakan simbol-simbol tertentu untuk berkomunikasi
kepada sesama anggota LGBT.
Berdasarkan konteks di atas terdapat terdapat pertanyaan mayor
yaitu, bagaimana interaksi simbolik antar anggota di Komunitas LGBT
Suara Kita? serta pertanyaa minor yaitu, simbol apa saja yang terdapat di
dalam komunitas LGBT Suara Kita dan bagaimana pemaknaan simbolsimbol
dalam interaksi simbolik antar anggota Komunitas LGBT Suara
Kita?
Komunitas LGBT Suara Kita adalah Komunitas yang
memperuangkan kesetaraan dan keadilan bagi kaum LBT sebagai warga
negara melalui pendidikan kritis, media informasi, kebudayaan, dan
perubahan kebijakan. Komunitas ini memiliki fokus utama yaitu
mengembangkan media alternatif dan wacana publik tentang isu
keberagaman seksualitas di Indonesia. Teori yang digunakan adalah teori
Interaksi Simbolik dari Geroge Hebert Mead. Terdapat tiga konsep dalam
teori Interaksi Simbolik, yaitu, Mind, Self, dan Society. Metode yang
digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Peneliti menemukan hasil penelitian sebagai berikut, pada mulanya
mereka tidak mengenali orientasi seksual, kaum LGBT berusaha mencari
tahu tentang apa itu orientasi seksual dan mengapa mereka memiliki
ketertarikan pada sesama jenis, keluarga memengaruhi tindakan mereka
sebagai kaum LGBT. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti
dengan anggota Komunitas Suara Kita terdapat lima simbol, yaitu bahasa
slang, bahasa tubuh, suara, tampilan dan objek. Masing-masing anggota
memiliki pemaknaan yang berbeda dari simbol-simbol yang di antaranya
sebagai identitas diri, ajang kesenangan, dan menyembunyikan identitas
diri.
Pada Komunitas LGBT Suara Kita, simbol yang paling sering
muncul adalah bahasa slang. Kaum lesbian, transgender dan biseksual
memaknai simbol-simbol tersebut sebagai identitas diri dan ajang
kesenangan sementara kaum gay memaknai simbol-simbol yang ada
sebagai ajang kesenangan sekaligus menyembunyikan identitas diri
mereka.
Kata Kunci: LGBT, Interaksi Simbolik, Komunitas Suara
Kita, verbal, dan non verbal.
Ketersediaan
| K1707 | 4907 NOV i KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4907 NOV i KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
71 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4907
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






