Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Peran Institut Jalanan "IMJ" Dalam Pemberdayaan Musisi Jalanan Di Depok Jawa Barat
Institut Musik Jalanan muncul sebagai wadah untuk anak-anak atau pengamen jalanan sebagai ruang untuk berekspresi sesuai dengan minat dan bakat untuk mengembangkan potensi kreatifitas yang mereka miliki, dan IMJ memberikan pemberdayaan kepada anak jalanan yang bergabung dengan IMJ, pemberdayaan yang dilakukan IMJ seperti memberikan penyadaran kepada anak-anak jalanan akan potensi yang mereka miliki, memberikan pengutan akan bakat yang telah mereka miliki seperti memberikan pelatihan-pelatihan musik dan bermain alat musik, dapur rekaman telah menanti bagi mereka yang sungguh-sungguh ingin berkarya dan mengembangkan potensi kreatifitas bermusiknya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran yang dilakukan Institut Musik Jalanan dalam pemberdayaan anak jalanan di Depok Jawa Barat. Peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Institut Musik Jalanan adalah (IMJ) sebagai contoh kongkrit pemberdayaan, karena IMJ dapat menyadarkan para anak jalanan/musisi jalanan akan potensi yang dimilikinya. Pemberdayaan yang dilakukan Institut Musik Jalanan (IMJ) pun dilakukan secara bertahap. Ada beberapa tahap yang dilakukan Institut Musik Jalanan (IMJ) agar para musisi ini bisa menjadi musisi jalanan yang lebih baik dari sebelumnya. Tahapan yang dilakukan Institut Musik Jalanan (IMJ) ini sangat sesuai dengan konteks teori tahapan pemberdayaan yang diungkapkan oleh Sulistiyani dalam buku Ambar Teguh Sulistiyani. Pertama, ada tahapan penyadaran, dimana para anak jalanan/musisi jalanan disadarkan oleh pengurus IMJ akan bakat dan potensi yang dimilikinya. Banyak anak jalanan/musisi jalanan yang tidak sadar akan potensi besar yang dimilikinya, dalam hal ini harus ada seseorang yang menyakinkan bahwa mereka memiliki potensi itu, dan IMJ berhasil melakukan itu kepada para binaan mereka. Kedua, ada tahapan pengutan akan potensi yang dimiliki, Institut Musik Jalanan (IMJ) memberikan pelatihan yang sesuai dengan bakat dan potensi yang dimiliki para musisi, terus diasah kemampuan mereka dan hasilnya mereka semakin baik dalam mengembangkan potensi mereka. Tahapan kedua ini harus ada kesadaran bagi anak jalanan/musisi jalanan bahwa mereka memang memiliki potensi. Dan tahapan yang ketiga, sama seperti tahapan kedua yakni pengutan intelektual terhadap apa yang dimiliki para talent IMJ.
Ketersediaan
| P355 | 4966 AHM p PMI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4966 AHM p PMI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
84 hlm.
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4966
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






