No image available for this title

Text

Strategi Dakwah Jamaah Tabligh Dalam Tazkiyah Nafs Di Masjid Al Hidayah Desa Jampang Bogor



Jamaah tabligh adalah suatu komunitas yang tidak ingin disebut sebagai
lembaga atau organisasi, tetapi hanya berupa gerakan iman dan amal shalih.
Aktivitas jamaah tabigh adalah kegiataan berdakwah secara berkeliling dari satu
komunitas ke komunitas lainya untuk mengajak dan menyeru kepada kebaikan,
dan menerapkan amalan-amalan sunnah. Jamaah ini didirikan oleh Syaikh
Maulana Muhammad Ilyas al-Kandahlawi (1303-1363 H) di Mewat, suatu daerah
diselatan Delhi, India. Awal terbentuknya Jamaah tabligh sekitar tahun 1920-an
yang di latar belakangi dengan adanya percampuran antara Sunnah dan Bid’ah,
sampai terjadi pemurtadan yang didalangi oleh para misionaris Kristen dimana
saatu itu Inggris sedang menjajah India. Sedangkan di Indonesia Jamaah Tabligh
hadir pada tahun 1970-an di Medan, sampai akhirnya sudah menyebar ke seluruh
kota hingga pelosok desa, dan salah satu daerah penelitian kali ini di masjid Al-
Hidayah, desa Jampang, Kabupaten Bogor.
Berdasarkan konteks diatas, maka timbul pertanyaan mayor, bagaimana
strategi dakwah Jamaah Tabligh di masjid Al- Hidayah dalam hal perencanaan?
Kemudian pertanyaan minor, bagaimana strategi dakwah jamaah tabligh dalam
implementasi? Dan bagaimana strategi dakwah jamaah tabligh dalam evaluasi?
Strategi dakwah Jamaah Tabligh ketika berdakwah di masjid Al- Hidayah
dalam hal perencanaan yaitu perumusan segala bentuk kegiatan dari mulai, sampai
berakhirnya kegiatan. Dalam musyawarah, forum perumusan tersebut
dilaksanakan untuk menentukan siapa saja para petugas Khidmad, petugas Taklim
Pagi, petugas Taklim Dzuhur, petugas Amir Muzakarah, petugas penyampai adab
adab jaulah, petugas bayan Ashar, dan terakhir petugas bayan Subuh.
Teori yang digunakan pada penelitian ini terdapat dalam teori dasar
kepemimpinan dan manajemen, yang paling sederhana disebut dengan POAC
(Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang diteori kan oleh George R.
Terry.
Metode yang digunakan penulis dalam mencari data yang diperlukan
adalah metode Deskriptif Anisis melalui pendekatan kualitatif, yaitu dengan cara
melalui pengamatan lapangan, wawancaar, dan dokumentasi dariJamaah Tabligh.
Strategi Dakwah Jamaah Tabligh dalam hal implementasi yaitu aplikasi
kegiatan atau tindak lanjut dari setiap yang telah rencanakan sebelumnya selama
masa tiga hari program berjalan. Strategi dakwah dalam hal evaluasi terbagi
menjadi dua bagian yaitu internal dan ekternal. Evaluasi internal sesama Jamaah
Tabligh yang di adakan di dalam rangkayan musyawarah berisi laporan
(kargozari) tentang kegiatan yng telah dilakukan pada hari sebelumnya. Evaluasi
eksternal berisi tentang penyampaian terima kasih dan mohon maaf dengan
masyarakat atas kesalahan selama beriktikaf di masjid, dan mengajak masyarakat
untuk bergabung aktif dalam program khuruj (tasykil).
Keywords: Strategi dakwah, perencanaan, implementasi, evaluasi.


Ketersediaan

K17004964 HAF s KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4964 HAF s KPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
83 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4964
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya