Detail Cantuman
Advanced Search
Text
Analisis Pesan Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Dalam FILM Tendangan Dari Langit
Film merupakan salah satu media yang efektif untuk menyampaikan pesan termasuk pesan-pesan dakwah. Dakwah melalui film dinilai efektif mempengaruhi masyarakat karena bersifat audio visual dan dikemas dalam bentuk cerita. Salah satu permasalahan yang ada saat ini ialah kurangnya moral manusia untuk berbakti kepada orang tua. Film Tendangan dari Langit merupakan salah satu film yang memuat pesan dakwah khususnya berbakti kepada kedua orang tua. Hanung Bramantyo mampu menyelipkan pesan tersebut dalam film yang menceritakan perjuangan seorang anak dalam menggapai impiannya menjadi pesepakbola. Film ini pun sukses masuk nominasi empat besar film terbaik tahun 2011 pada ajang Festival Film Indonesia.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka pertanyaannya ialah bagaimana wacana pesan berbakti kepada kedua orang tua dalam film Tendangan dari Langit dilihat dari level teks, kognisi sosial dan juga konteks sosial?
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana Teun A. Van Dijk. Van Dijk membagi tiga level pembentuk wacana yakni teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Level teks melihat bagaimana struktur teks membentuk wacana yang terdiri dari struktur makro, superstruktur dan struktur mikro. Kognisi sosial melihat bagaimana pembuat teks dalam hal ini penulis skenario memahami dan memaknai suatu peristiwa. Konteks sosial melihat wacana yang berkembang di masyarakat.
Hasil penelitiannya ialah dari level teks, berbakti kepada kedua orang tua digambarkan melalui beberapa adegan di antaranya saat Wahyu membantu ayahnya berjualan, pamit saat bepergian, bersikap lemah lembut terhadap orang tua serta memberikan ayahnya kuda dan alat sholat dari hasil ia bermain sepak bola. Bahasa yang digunakan ialah bahasa sehari-hari dan juga bahasa Jawa. Dari level kognisi sosial, Fajar Nugros selaku penulis skenario mendekatkan Wahyu sebagai tokoh utama kepada dirinya. Fajar berasal dari daerah yakni Jogja sedangkan Wahyu dari Malang yang sama-sama berjuang menggapai cita-cita. Dari level konteks sosial, banyaknya anak yang lupa dengan orang tua ketika sudah sukses dan banyaknya orang tua yang melarang bakat dan impian anaknya dalam sepak bola membuat film ini hadir untuk menjawab permasalahan tersebut dan untuk mengingatkan setiap orang agar jangan lupa dengan kedua orang tua.
Film Tendangan dari Langit memuat pesan berbakti kepada kedua orang tua. Pesan tersebut di antaranya ialah seorang anak hendaknya selalu bersikap lemah lembut terhadap orang tuanya sekalipun mereka berlaku kasar. Selalu pamit saat bepergian, taat dan membantu urusan orang tua. Mensedekahkan harta kepada orang tua dan selalu ingat ibu yang menimang ketika masih kecil.
Ketersediaan
| K1699 | 4960 AHM a KPI | Perpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
4960 AHM a KPI
|
| Penerbit | Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Jakarta., 1438 H/2017M |
| Deskripsi Fisik |
102 hlm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
4960
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek | |
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






