No image available for this title

Text

Aanalisis Semiotika Makna Nasional Dalam FILM Cahaya Dari Timur:beta maluku karya angga dwimas sasongko



Cahaya Dari Timur: Beta Maluku merupakan film yang bertemakan tentang sepakbola, namun di dalamnya kental dengan pesan nasionalisme dan persatuan. Film ini merupakan kisah nyata tentang perjuangan Sani Tawainella melatih sepakbola anak-anak Desa Tulehu di tengah konflik antar agama hingga menjadi Juara Nasional U-15. Di satu sisi film ini banyak mengajarkan tentang nasionalisme antar umat beragama. Namun, di sisi lain film ini menggambarkan bagaimana kacaunya situasi di Ambon saat konflik berkecamuk di sana.
Berdasarkan konteks di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna nasionalisme yang terdapat dalam film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku.
Untuk itu, peneliti menggunakan teori semiotik, dalam penelitian ini dengan model Roland Barthes. Barthes mengembangkan semiotik menjadi dua tingkatan pertandaan, yaitu denotasi dan konotasi yang menghasilkan makna eksplisit untuk memahami makna yang terkandung dalam film ini. Dalam kerangka Barthes, konotasi identik dengan operasi ideologi, yang di sebutnya sebagai „mitos? dan berfungsi untuk mengungkapkan dan memberikan pembenaran bagi nilai-nilai dominan yang berlaku dalam suatu periode tertentu.
Penelitian ini digali melalui pendekatan kualitatif jenis deskriptif yaitu bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tentang fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau objek tertentu. Sedangkan metode yang digunakan adalah observasi nonpartisipan yaitu metode dimana periset mengamati langsung objek yang di teliti dan tidak memposisikan dirinya sebagai anggota kelompok yang di teliti mengamati langsung film yang di teliti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, makna utama nasionalisme pada film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku ini disampaikan dengan mensiratkan beberapa simbol. Sikap rela berkorban, ingin melindungi, faham kebangsaan, identitas kebangsaan, rasa persatuan dan kesatuan, serta jiwa patriotism muncul dengan kuat membangun cita-cita bangsa dengan keragaman agama, ras, dan karakter budaya yang menunjukkan sikap serta sifat nasionalisme dan persatuan kebangsaan di tengah perbedaan yang sedang berkecamuk konflik.
Kata kunci : Teori Semiotika Roland Barthes dan Makna Nasionalisme


Ketersediaan

K16934909 TRI a KPIPerpustakaan Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi (skripsi)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
4909 TRI a KPI
Penerbit Fak. Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi : Ciputat, Jakarta.,
Deskripsi Fisik
110 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
4909
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya